Haiiii!!!!! Alhamdulillah, akhirnya hari Senin 15 Juni 2009, Indira berhasil mengumpulkan assignment terakhir. Lega rasanya, sekaligus agak sedih karena hari-hari datang ke kampus akan segera berakhir. Being a student again is both exciting and challenging. Tugas-tugas kuliah itu dibenci sekaligus dinanti….kombinasi perasaan yang aneh kan
. Saya sangat menikmati membaca materi sebelum kelas, diskusi interatif dalam kelas, dan sederet tugas yang benar-benar membuat saya belajar banyak hal baru.
“Jadi sekarang dah bisa nyante dong?”
Ooo…no…no….you won’t see me like this…hehehe. Bisa santai dari tugas kuliah, tapi pekerjaan menanti. Karena kelas sudah berakhir, I CAN WORK FULL TIME NOW..uhuiii….Tapiii, lagi-lagi day shifts sudah fully booked, jadilah saya masuk malam terus. Jam 17.30 – 22.30. Kalau naik angkot (kereta plus bus), biasanya sampai rumah jam 23.30. Kalau ada tumpangan jam 23.00 udah dirumah. Bayarannya sih enak, cuma musim dingin gini, pulang malam itu membutuhkan perjuangan ekstra karena suhu yang biasanya sudah dibawah 8 derajat. Eh…pas ngumpul assignment terakhir sempat foto-foto juga, lengkap dengan kantung mata yang segede gaban
.



Last class of Language Testing & Assessment
Suer deh, kerja malam plus kuliah plus kerjain tugas bikin saya jungkir balik. Tapi ada satu hal yang saya pegang: I know why I’m here in Australia. If I’ve decided to do any ‘duties’ other than my main duties…then I’ve gotta be ready to bear the consequences. I’m indeed a full time student, and the traveling, the extra dollar…are just great bonus
.
O ya, belum pernah cerita soal pekerjaan saya yah. Ini pekerjaan yang sangat membosankan. Yang setiap hari saya lakukan adalah datang, absen, duduk depan computer, menunggu team leader memberi tugas, dan modal jari telunjuk dan mata. Pekerjaan saya mengoreksi state exam buat murid year 3 – year 9. Ada spelling section dan numercy. Kunci jawaban sudah disediakan, tinggal klak klik mouse ajah kasi nilai M (Missing), 0 atau 1. Ada targetnya pula, per jam per orang harus mengoreksi at least 600 items for spelling, dan 500 items for numeracy. Bener-bener wajah sudah seperti monitor…kaya mesin kerjanya. Nggak heran team leader kami wajahnya flat banget ekspresi wajah dan suaranya.
Freedom is here, sudah lama nggak posting tentang jalan-jalan kan? Minggu depan Iin mau ke Tasmania, jadi tunggu laporan perjalanannya segera
. Sekarang..blogwalking dulu ahhhhhhh….
Posted in Hari-hariku di Aussie | Tagged Australiana, kerja, kuliah | 58 Comments »
Ini pemandangan umum kamar saya kalau deadline tugas akhir semester sudah mendekat. Meja belajar sudah tidak mampu lagi menampung tebaran kertas dan buku, jadilah saya melantai. Kenapa harus seheboh ini untuk final assignments? Memang cuma dua essay yang harus dikerjakan, tapi masing-masing porsinya 40% dan 50% dari total nilai semester ini
. Yang membuat perjuangan dua kali lipat lebih berat adalah karena musim dingin sudah datang. Suhu yang kalau malam sudah mencapai 5°C tidak hanya membuat badan kedinginan, tapi juga membuat otak lambat berpikir. Apa yang lebih sering terjadi adalah EAT MORE, SLEEP MORE & DO LESS
Jadi kemana harus mengerjakan tugas kalau sudah dingin begini? tentu saja perpustakaan kampus yang hangat dan nyaman. Next time saya akan tulis postingan khusus tentang perpustakaan kampus kami (Iin dan Ami) yang sungguh membuat kami merasa betah disana.
So, teman-teman…maafkan kalau postingannya senin kamis dan jarang sekali blog walking. Selepas tanggal 15 Juni nanti barulah saya terbebas dari semua tugas…*akhirnya bisa kerja full-time* (bayang-bayang $ di pelupuk mata)
. Wish me a good luck pals….see you soon
P.S. Sungguh saya tidak sedang berada di balik selimut itu saat foto ini diambil…suerrrrrr
Posted in Hari-hariku di Aussie | Tagged akhir semester, Australiana, kuliah, mahasiswa | 49 Comments »
Yang cuma baca judul postingan dan nggak baca isinya pasti ketahuan dari commentnya
. What am I going to talk about now?Posting ini buat escape sejenak dari kejaran deadline tugas akhir semester. Hari ini seharian menghuni perpustakaan kampus dan butuh sedikit penyaluran stress, jadilah sampai rumah tadi blog walking sejenak. Kebetulan banget terdampar di sebuah blog yang isinya dual language, ada postingan yang berbahasa Indonesia dan ada yang berbahasa Inggris. Sebagian besar tulisan yang berbahasa Inggris adalah paid review
. Sebelum lanjut, saya cuma mau bilang tulisan ini sekedar sharing dan pendapat pribadi buat kemajuan bersama (udah kaya pidato caleg nich…hehehe
).
Apa yang saya baca di blog yang saya kunjungi tadi jujur membuat saya mengernyitkan alis, pasalnya bahasa Inggris yang digunakan tampak seperti kata-kata yang dijadikan satu begitu saja tanpa memperhatikan aspek tata bahasa. Kalau harus membaca dengan keras, saya akan kehabisan nafas karena ada satu paragraf yang cukup panjang ternyata terdiri dari satu kalimat saja yang cuma dipisahkan oleh dua tanda koma
.
Saya tidak menghakimi si penulis sebagai orang yang tidak bisa berbahasa Inggris, hanya saja bukankah mengerjakan paid review tujuannya adalah ‘mempromosikan’ produk si pembayar? bagaimana orang akan tertarik membaca kalau bahasa yang digunakan tidak baik dan benar? Apakah paid review hanya soal menulis review, selesai, dapat honor dan emang gw pikirin soal kualitas tulisan?
Two thumbs up buat teman-teman yang menulis postingan dalam bahasa Inggris, baik itu untuk paid review atau untuk melatih bahasa Inggrisnya. Practice makes perfect, semakin banyak berlatih maka idealnya semakin mahirlah kita. Apa intinya berlatih? membuat kita semakin aware akan bahasa tersebut. You can feel it if the sentence is not appropriately structured, or if the vocabulary used is not suitable or appropriate. Ada baiknya belajar menulis mengikuti tahapan draft –> revision –> final draft –> publishing. Dengan begitu, setelah menulis kita akan bisa membaca ulang dan meng-edit-nya.
Pernah membaca Harry Potter dalam versi bahasa Inggris-nya? yang sudah pernah membacanya pasti akan menemukan sesuatu yang secara grammar incorrect. J.K Rowling berulang kali menggunakan “You is” atau “They is” , padahal secara grammatical you harusnya diikuti oleh are. Ini yang disebut dengan poetic licence, dimana penulis mempunyai kontrol penuh terhadap karyanya. Tapi bukan berarti kita suka-suka hati mengacak-acak aturan bahasa yang ada. Karena setiap penulis yang ‘keluar dari pakem’ pasti punya alasan khusus. O ya, satu lagi…berhati-hatilah menggunakan kamus Indonesia – Inggris. Karena kamus ini tidak menjelaskan dengan baik penggunaan kata di dalamnya. Saya sarankan menggunakan kamus English – English, jadi teman-teman tau bedanya kata popular, famous atau well-known yang semuanya dalam bahasa Indonesia berarti ‘terkenal’. Selamat berlatih….trust me..YOU CAN FEEL IT when something goes wrong in your writing
.
Posted in Pojok English | Tagged Bahasa Inggris, English, Writing | 43 Comments »
Malu sebenarnya bercerita
Urusan sangat pribadi tampaknya
Tak tak mengapa
Toh kalian banyak yang pernah mengalaminya
***
Sejak pagi sudah tak sabar
Menjelang sore semakin berdebar
Malam cepatlah datang
Jangan biarkan aku duduk menunggu jam berdentang
***
Mandi aku dengan segera
Tidakkah aku harus wangi dan cantik?
Memulas wajah dengan bedak tipis
Sedikit pemulas bibir sekedar pembasah bibir
Sempurna
***
Tiba waktunya
Sedikit terburu-buru
Ahhhh…..akhirnya berdarah
Sakit sih…sedikit
Tak kupedulikan
Malam pertama ini begitu penting
Jadi aku lanjutkan saja
Sakit sedikit tak mengapa
***
Kukenakan jaket, sepatu
Kusandang tak punggungku
Siap berangkat untuk malam pertama di tempat kerja baruku
*Indira yang melukai tangannya dengan kaleng kornet saat terburu-buru menyiapkan bekal untuk kerja malam hari pertama*
Posted in Hari-hariku di Aussie | Tagged malam pertama, night shift, pekerja malam | 63 Comments »
Pernah menerima telephone tanpa nomor? Hanya mucul tulisan ‘unknown’ atau ‘witheld’? What do you feel? Kesal? Marah? Atau bahkan penasaran? Mungkin saat kita sedang dalam kondisi normal, telephone seperti ini tidak akan terlalu mengganggu. Tapiiiii…jika anda sedang sibuk-sibuknya kerja, sedang menanti telephone penting, hal ini akan sangat mengganggu dan bahkan mungkin memancing emosi untuk naik.
Fasilitas untuk ‘menyembunyikan’ nomor ini memang disediakan oleh beberapa provider telephone sellular. Saya jadi berpikir…’apa manfaatnya memberikan fasilitas ini?’ . Ada yang tau alas an dibalik penyediaan fasilitas ini? Kenapa kita perlu menyembunyikan nomor telephone kita? Akhirnya jadilah saya berpikir sedikit negative, orang-orang yang memanfaatkan fasilitas ini seringkali menggunakannya untuk iseng mengganggu orang lain atau lebih parahnya digunakan untuk meneror.
Dalam pikiran sederhana saya, kalau kita mau menelpon dengan tujuan baik, tentunya kita ingin nomor kita diketahui oleh si penerima telephone, jadi tidak akan dianggap telephone iseng. Apa yang dikhawatirkan sehingga harus menyembunyikan nomor HP? Takut disadap? Takut dipublikasikan? Takut ditelp balik? (bukannya harusnya bersyukur kalau ditelp balik?
). Teman-teman sekalian ada yang pernah memakai fasilitas ini? Kalau ada, boleh saya tau apa alasannya? Kalau boleh loh yaaaaa
.
Pic was taken from here
Posted in Bagi Info | Tagged communication, hide number, info, telephone cellular, unknown number, witheld | 55 Comments »
Kami tiga bersaudara, 2 laki-laki dan 1 perempuan (baca: Indira yang manis imut dan ngangenin)
. Kata orang Jawa formasi ini disebut “sendang apit pancuran”. Apa kesamaan kami bertiga? Sama-sama suka baca manga, makannya banyak dan demen banget foto-foto…hehehe. Today, the youngest one (Sandi) celebrates his 23rd birthday. What his big cute sister can do is publish his birthday in her blog…and here are my wishes for you, bro:

The birthday boy (or man?)
20 Mei 2009
Yups…memang hari ini Hari Kebangkitan Nasional
Bukan hari itu yang nyama-nyamain ultah kamu
Cuma kebetulan aja mama ngelahiran pas tanggal itu
23 tahun he…
Hampir ¼ abad loh
That’s why today I’d like to say
Buruan beresin tuh skripsiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!
So…my main wishes
Hope my lil bro will finish his final project soon
Hope he’ll take a bath more often
Hope he’ll clean up his room more often
Hope happiness will be around him
In every single second of his life
No matter how lazy and stinky you are
We still love you tough
Happy 23rd birthday bro
Wish you all the best


Posted in My Family | Tagged birthday, sandi akbar paputungan, ulang tahun | 45 Comments »
“Alat musik apa yang paling laris penjualannya di dunia? “
It’s harmonica
“Kenapa saya jadi jarang menulis dan blog-walking?”
Karena kesibukan kuliah (suerrr…beneran kok)
“Apakah saya berubah?”
Tentu saja, berubah semakin manis dan ngangenin
Postingan kali ini dipersembahkan untuk memperkenalkan blog milik kakak saya. I did this after he desperately begged me so many times to visit his blog and drop some comments
.
His blog url is http://mandimatahari.blogspot.com/ . I’m not so sure why the name is mandimatahari, it’s probably what he always does, mandi matahari instead of mandi pakai air…hehehe. I also haven’t got the chance to ask what the genre of his blog is, whether it is random topics, culinary or anything else. So far he had 3 postings (if I’m not mistaken). He said that it took him ages to finish just one piece of writing (such an unequal proportion compared to his speed in eating). I’m sure that he got the inspiration to have a blog from me, YES…definitely from me
(I’m such an inspirational person).
I’m not in the position to judge the content and presentation of his blog considering that I’m also a newbie in this field and afraid that (referring to the way we communicate as bro and sist) I would be highly subjective. However, feel free to visit his blog and drop some comments. He will (for sure) really appreciate this.
Posted in Bagi Info | Tagged adi firmanto paputungan, My Family, new blog, promotion | 43 Comments »
Hani dan Sinta sudah berteman sejak SD sampai saat ini mereka duduk di bangku SMA. Mereka selalu sekelas dan bergabung di kegiatan ekstrakulikuler yang sama. Sampai-sampai teman-teman sekolah menjuluki mereka kembar siam karena selalu terlihat berdua. Sampai akhirnya Hani punya teman dekat, Satria. Walaupun masih sering melakukan kegiatan bersama Sinta, tapi Hani lebih sering menghabiskan waktu istirahat siang dengan Satria di kantin sekolah. Akhir pekanpun Hani memilih untuk pergi bersama Satria, meskipun tak jarang ia juga meng-iyakan ajakan Sinta untuk pergi dengan teman-teman. Suatu hari Sinta memutuskan untuk bicara dengan Hani dan terucaplah kalimat ini:
“Kamu sekarang beda dengan Hani yang aku kenal selama ini. Kamu sekarang sudah berubah”
Brenda dan Jason sudah hamper 2 tahun ini berpacaran. Saat ini masing-masing baru saja diterima bekerja dan sedang asyik-asyiknya dengan kesibukan masing-masing. Pola komunikasi mereka jadi sedikit berubah dari yang awalnya seminggu bisa tiga atau empat kali bertemu, jadi hanya seminggu sekali atau dua kali dan lebih sering berkomunikasi via sms. Hal-hal sederhana yang dulunya tidak pernah menjadi masalah, sekarang seringkali memicu pertengkaran. Jason merasa Brenda tidak lagi banyak bercerita padanya. Dulu, Brenda selalu menceritakan apapun yang dia jalani hari itu, tidak ada cerita yang terlewatkan. Sekarang Jason merasa Brenda tak banyak bercerita. Akhirnya Jason mengirimkan sms pada Brenda yang isinya:
“Aku tidak tau kamu sadar atau tidak, tapi aku merasa sekarang kamu berubah”
Pernahkan seseorang yang kalian kenal mengucapkan kalimat yang Sinta dan Jason ucapkan diatas? Saya yakin pasti pernah
. Tak jarang kita merasa seseorang berubah karena tak lagi “seperti apa yang kita inginkan” dan seringnya kita menutup mata dan mengabaikan perasaan teman, saudara atau suami/istri yang kita anggap sudah berubah demi menjaga kenyamanan kita pribadi. Misalnya cerita pertama, apa yang dilakukan Hani wajar saja, tapi karena Sinta merasa tersisihkan jadilah ia merasa perubahan pada Hani itu dirasa kurang baik. Bagaimana jika saat itu Sinta juga punya teman dekat? Atau mencoba untuk kenal juga dengan Satria? Mungkin akan lain ceritanya. Di illustrasi kedua, kesibukan baru bisa membuat banyak perubahan, bertemu teman baru dan pengalaman baru. Daripada mengirim sms seperti itu, kenapa Jason tidak mencoba bicara dengan Brenda tentang apa yang dia rasakan. Itu yang namanya saling mengingatkan. Karena bahasa sms tidak bisa mewakili apa yang ingin kita katakana seperti kalau dengan bicara langsung. Bahkan tak jarang sms bisa memperkeruh suasana karena ada misinterpretasi.
Have I changed lately?
Yes, I might have changed
Changed a lot
But if it’s for a better one
I won’t regret it
If it’s for something worse
Please remind me
After all …
LIFE IS A SUBJECT OF CHANGE
Posted in Berbagi Cerita | Tagged everyday life, life, sehari-hari, sharing | 55 Comments »
Walaupun judulnya berbau wanita, tapi para pria tidak dilarang untuk ikutan membaca
. Saya dapat ide untuk membuat postingan ini setelah mencermati kemasan pembalut wanita yang saya gunakan. Ternyata di lapisan kertas yang menutup perekat (kalau mau dipakai kertas ini akan dibuka) terdapat tulisan yang ternyata isinya sangat bermanfaat. Istilah yang dipakai si produsen pembalut adalah “ODD SPOT”. Setiap odd spot ada nomornya dan informasi kecil yang menarik. Di bawah ini beberapa kutipannya:
Odd spot #404
A camel can shut its nostrils during a desert sandstorm
–> pantes aja onta betah tinggal di gurun pasir
Odd spot #249
Facial hair is the fastest growing hair on the body
–> makanya cowok-cowok butuh bercukur hamper tiap hari
Odd spot #405
A new-born crocodile is three times the size of the egg it hatched from
–> pas dalam telur gimana tuh posisinya???
Odd spot #278
Nevada and Canberra are varieties of cauliflower
–> kirain nama kota, ternyata sejenis bunga kol juga
Odd spot #400
Men sweat approximately 40% more than women
–> bisa ditalangin pake ember tuh
Odd spot #15
A Naked Lady is a type of orchid
–> hayooo…siapa yang nyangka ini judul film bokep…hehehe
O…ya dari kertas perekat pembalut ini juga saya tahu kalau ketakutan terhadap sesuatu atau beken dengan nama phobia itu ada bermacam-macam. Bahkan ada phobia terhadap pohon segala kok, namanya DENDROPHOBIA. Ada yang tau, alat musik apa yang jadi best selling di seluruh dunia?
Posted in Bagi Info | Tagged belajar, info, pembalut wanita, pengetahuan umum | 64 Comments »

Waktu ku kecil…
Rambut ini nyaris tak ada
Waktu ku kecil…
Kulit ini tampak putih nian…
Waktu ku kecil…
Boneka ayam jadi teman bermain

Waktu ku kecil…
Sampai ku besar
Makan sepertinya sudah jadi hobby

Waktu ku kecil…
Bakat preman itu sudah terlihat

Waktu ku kecil…
Hidung ini belum tampak mancung
Waktu ku kecil…
Kedua pipi itu tampak bagai bakpao
Waktu ku kecil…
Model rambut itu inginnya seperti Demi Moore
Tapi lebih mirip pelawak Ogut
Waktu ku kecil…
Sampai kapanpun
We’re brother and sister

Posted in Hidupku | Tagged Foto jadul, Indira, Masa kecil, Memory | 65 Comments »