Posted in Hidupku | Tagged marriage, wedding | 41 Comments »
Hiiii….apa kabar semuanya???? sudah jelas kan sekarang kenapa Indira jarang update dan blogwalking
, ya karena urusan proyek masa depan. Jadi sekarang dah dapat double degree, Master dan Mrs
. Anyway…kan beberapa tahun terakhir ini sedang ngetrend yang namany “Photo Pre-Wedding” , nahhh….jadi pingin juga tuh punya photo pre-wed. Tapi sungguh tak disangka harga paket outdoor photo session bikin kami bengong….mahalllll (mending buat honeymoon ajah
). Paket indoor dibandrol mulai harga Rp 750,000 dan outdoor mulai dari 2,500,000 sampai dengan Rp 8,000,000 (bahkan lebih). Akhirnya niat ber pre-wed ria dibatalkan.
Mama: “Photo pre-wed itu apaan, in?”
Iin: “pre itu sebelum, wed itu kependekan dari wedding artinya pernikahan. Jadi ini foto-foto sebelum nikahan gitu mah.”
Mama: “oooo….mahal yah, untung jaman mama dulu ga ada”
Tapi detik-detik terakhir saat ide untuk photo pre-wed sudah dieliminasi dari pikiran, tiba-tiba muncul ide brilian. Apa gunanya punya adik yang bisa photography kalau tidak diberdayakan. Akhirnya pr-wed photo session yang tak direncakan ini berhasil dengan cukup baik. Thanks to my lil bro Sandi
Photographer: Sandi Akbar Paputungan
Camera: Nikon D5000
Locations: Mangrove Forest (Suwung, Bali) & Nusa Dua Beach
Posted in Hidupku | Tagged Pre-wedding, wedding | 51 Comments »
Kebetulan saat long weekends Agustus kemarin semua keluarga kami berkumpul di Bali (saya, adik, kakak dan juga istrinya). Jadilah rumah mungil kami yang biasanya sepi, berubah jadi ramai.
Kami berencana untuk melihat sunrise di pantai Semawang (Sanur) yang hanya berjarak kurang lebih 15-20 menit berkendara dari rumah kami di daerah Renon. Rencananya selepas subuh kami akan berangkat, tapi apa daya selepas shalat subuh malah pada melanjutkan tidurnya. Meskipun jadi juga berangkat ke pantai, kami ketinggalan sunrise yang pastinya bakal bagus banget.
Suasana di pantai pagi itu cukup sepi, dan diputuskan untuk naik kano saja. Saya tidak ingat lagi kapan terakhir kali bermain kano di pantai Sanur dan sekitarnya. Satu hal yang saya ingat, waktu itu harganya masih Rp 5,000 sepuasnya kalau sedang tidak ramai dan untuk satu jam jika sedang ramai. Akhirnya kami mendapatkan penyewaan kano yang sudah buka, dan harga sewanya sudah naik 100% menjadi Ro 10,000 sepuasnya (karena sedang sepi). Kami hanya menyewa tiga kano meskipun perginya berempat. Apa alasannya? tentu saja harus ada satu orang yang memegang kamera dan mengabadikan kegiatan kami…hehehe…tiada jalan-jalan tanpa foto-foto tentunya
. Yang kebagian pegang kamera shift pertama adalah Sandi, si bungsu.
Dengan semangat 2009 (kalau 45 ketuaan yah
), kami bertiga mendorong kano ke air dan mulai mendayung. Cuaca pagi yang cerah ditambah hembusan angin pantai yang segar membuat acara mendayung kano ini terasa sangat menyenangkan dan membuat saya rileks. Tapi karena sudah lama tidak mendayung, tangan terasa cukup pegal. Tapi kalau capek mendayung, kita bisa membiarkan saya kano mengapung tanpa di dayung, dan nikmati indahnya pagi di atas kano.
Kalau anda penggemar water sport activities yang murah meriah, naik kano adalah pilihan yang tepat. Ingin lebih seru lagi? ajak teman atau saudara anda untuk berlomba balap kano, pasti seru abis. Penyewaan kano ini bisa ditemui di pantai-pantai di daerah Sanur. Ini dia foto-fotonya:
Posted in Jalan-Jalan | Tagged bali, canoeing, Jalan-Jalan, Naik kano, Pantai, Sanur, Semawang beach, traveling, wisata air | 42 Comments »
Pernah dengan jenis makanan bernama “Flapjack?” Kalau ditilik dari namanya pastinya makanan ini tidak berasal dari Indonesia tercinta. Flapjack mengacu pada dua jenis makanan manis yang berbeda. Di negara Inggris dan Australia, Flapjack mengacu pada biskuit manis yang dipanggang dengan loyang. Sedangkan di Canada, Amerika Serikat dan Afrika Selatan, Flapjack ini adalah sejenis pancake.
Nah…beberapa waktu yang lalu saya ketiban rejeki makan flapjack gratisan
. Thanks to my sister in law yang sudah berbaik hati meminta saya menemaninya ke Kuta untuk menikmati makanan ini (cuma menemani loh, tapi yang bayar orang lain…hehehe). Saya bela-belain deh berpanas ria mengendarai motor demi acara makan gratis ini
. Tempat makannya diberi nama FLAPJACKS, House of Pancakes and Home-made Gelato yang berlokasi di Kuta. Memasuki tempat ini, mata saya langsung terpukau dengan berbagai macam ice cream lezat nan menggoda, terlebih setelah melihat daftar menu yg lengkap dengan foto berwarna. Satu hal yang bikin agak syok adalah harganya (untung dibayarinnnn…..). Buat yang biasa jajan di daerah Kuta mungkin sudah terbiasa dengan harga seperti itu, tapi tetap saja mahal untuk ukuran makanan kecil (snack). Dua jenis Flapjack yang kami pesan ini masing-masing dibandrol dengan harga Rp 45,000 – 55,000. Ini belum seberapa, ada juga yang harganya mencapai Rp 95,000 bahkan ratusan ribu. Mungkin harganya ini cukup murah buat para pemegang dollar…tapi jujur saya tetap merasa ini cukup mahal untuk seporsi camilan.
Flapjack ini adalah pancake ukuran cukup besar (diameter 10cm) dan disajikan panas dengan topping ice cream atau selai. Ini dia tampilannya yang menggoda selera. Saya pribadi bukan penggemar makanan manis, jadi pancake ini terasa biasa saja di lidah saya. Kalau mau mencoba, beli saja adonan pancake di supermarket, dan ice cream….anda bisa menikmati beberapa porsi flapjacks dengan harga yang jauh lebih murah. Selamat mencoba….
Posted in Jalan-Jalan | Tagged culinary, flapjacks, kuliner | 27 Comments »
Setibanya di Indonesia, saya tidak langsung ke Bali melainkan ke Surabaya. Apa Indira sudah pindah rumah? Tentu saja tidak, saya harus menemani mama yang akan menjalani operasi mata di RSUD Dr Sutomo. Sewaktu saya sedang duduk di lorong RS, Ada 2 tulisan di dinding yang menarik perhatian saya. Sambil mengamatinya saya jadi berpikir, ini hanya himbauan atau larangan “halus” yah? Ini dia tulisannya:
Bukankah ini sama saja dengan mengijinkan merokok di lingkungan RS? yang seharusnya dilarang karena mengganggu pasien dan juga orang lain. Bagaimana ini?????
Posted in 1, Berbagi Cerita | Tagged aneh tapi nyata | 28 Comments »
I’ve finally completed my 1.5 year journey in Australia. Satu setengan tahun ini lebih dari sekedar sebuah pencapaian prestasi akademik, tapi pengalaman hidup yang luar biasa. Dalam jangka waktu itu, saya menemukan rumah dan keluarga kedua dalam hidup, mempererat hubungan dengan teman-teman blogger (berkat internet connection yang super cepat), membuka cakrawala wawasan saya lebih luas lagi, dan tentunya menikmati jalan-jalan di seputar Australia. Semoga masih ada kesempatan untuk kembali lagi, atau bahkan perjalanan lain di belahan dunia yang baru
.Ini foto-foto gila pas wisuda:
Terima kasih tak terhingga buat Allah SWT yang telah memberi berkah luar biasa ini pada saya, keluarga dan teman yang selalu mensupport even in my hardest time (deadline assignment), my virtue friends yang walaupun belum pernah bertemu selalu terasa dekat dihati. See you all in Indonesia…kopdarrr yuuukkkk
Posted in Hari-hariku di Aussie | Tagged graduation | 28 Comments »
Nggak terasa, akhirnya study saya di negeri kangguru ini sudah hampir berakhir. Sudah diputuskan bahwa Gold Coast akan jadi destinasi jalan-jalan terakhir saya di Australia
. Perjalanan ini jadi perjalanan yang paling penuh perjuangan dan menguras isi kantong…hiks
.
Flight Cancellation
Sebagai mahasiswa, tentu saja saya dan teman-teman akan memanfaatkan budget airline, dan kali ini pilihan kami jatuh pada Tiger Airways. Resiko yang harus ditanggung, jadwal check in kami pagi sangat. Jam 5 pagi kami sudah otw ke Tullamarine Airport, dan setibanya disana ternyata flight kami dibatalkan karena pesawat yang sedianya mengangkut kami ke Gold Coast mengalami kerusakan. Selama menggunakan jasa penerbangan di Australia, ini pertama kalinya saya mengalami masalah pembatalan penerbangan. Tiger menyediakan penerbangan alternative sampai Sunshine Coast. Kami menolaknya karena dari Sunshine Coast masih memerlukan kurang lebih 2 jam perjalanan dengan bis ke Gold Coast. Akhirnya tidak ada pilihan selain pulang ke rumah, dan kembali lagi besok pagi. Satu hal yang membuat saya cukup takjub adalah wajah si petugas Tiger yang menjelaskan tentang pembatalan ini…FLAT pisan euy. Dengan ekspresi yang tetap dan nada suara yang intonasinya tidak berubah berapa banyakpun orang complain, seberapa kesalpun orang bicara padanya. Si petugas hanya memberikan pilihan pengembalian uang, atau flight besok pagi plus form untuk complain. Yang lebih hebat lagi, tak satupun penumpang menumpahkan kekesalan dengan marah-marah, apalagi sampai teriak-teriak atau gebrak meja. Saya jadi ingat sewaktu delay penerbangan dari Jakarta ke Denpasar. Delay 2 jam itu membuat seorang ibu-ibu mendatangi setiap penumpang dan mempengaruhi untuk minta ganti pesawat dan kalau perlu akomodasi hotel. Ada juga seorang bapak-bapak yang mendatangi meja petugas dan berteriak-teriak marah. Kalau menurut hemat saya, marah-marah memang tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah membuat kita sendiri lelah. Kita bisa kan menyampaikan complain tanpa harus perang urat syaraf?
Surfer Paradise
Penginapan kami berjarak ±15 menit dari Surfer Paradise. Ada apa sih ditempat ini? Ada pusat perbelanjaan, hotel dan apartment dan pastinya pantai dong. Melihat deretan pantai di Gold Coast (yg sebagian besar dinamai seperti pantai-pantai di Amerika misalnya Miami Beach) mengingatkan saya pada deretan pantai sepanjang Bondi sampai Cogee. Tapi jujur saya lebih suka memandang Bondi beach
. Surfer Paradise dipadati oleh wisatawan dari berbagai Negara. Disini kami menikmati late lunch dengan fish and chips.
The Wax Museum
Belum kesampaian mengunjungi Madam Tussaud di Paris, kami masih bersyukur bisa mengunjungi museum lilin di Surfer Paradise. Tiket masuknya dihargai A$27, dan ini termasuk tour ke dalam terror castle. Sebelumnya kami berharap bisa berfoto dekat patung-patung lilin ini, sayang seribu sayang semua patung ditempatkan dalam etalase kaca
. Akhirnya kami harus cukup puas dengan berfoto di depan etalase kaca tersebut. Kita akan menemukan patung lilin tokoh politik sampai selebriti Hollywood. Sedangkan tour ke terror castle menampilkan metode-metode penyiksaan kuno yang cukup membuat bulu kuduk bergidik.
Dream World & White Water World
Kali ini kami beli tiket terusan untuk dua tempat yang harganya cukup menguras kantong. Dream World menawarkan berbagai wahana serupa Dufan di Jakarta. Sebagai tambahan, banyak spot yang bakal bikin anak-anak betah seperti Nickelodeon, Wiggles’ World dan juga kesempatan untuk berfoto dengan tokoh-tokoh kartun seperti Sponge Bob, Bugs Bunny, dan Sylvester.
Rasanya belum sah kunjungan ke Australia kalau belum berfoto dengan Koala. Akhirnya kami sempatkan mengunjungi Koala Country dimana kita bisa berfoto dengan Koala asli. Ternyata saudara-saudara…koala itu bauuuuuuu!!! Rocky adalah nama koala berumur 15 tahun yang berfoto bersama saya. Beratnya 8kg dan dia dengan tidak sopannya pup saat saya menggendongnya. FYI…posisi gendong adalah telapak tangan saya berada tepat di (maaf) lubang duburnya si Rocky ini. Pantes ada rasa hangat-hangat waktu dia ada dalam gendongan saya…nasib…nasib.
Saya yang hobby banget main air puas main di White Water World. Walaupun sedang musim dingin, suhu di Gold Coast jauh lebih hangat dari Melbourne. Wahana airnya seru dan cukup menantang. Disini juga kami sempatkan berfoto dengan Sponge Bob dan Patrick
.
Movie World
Mau ketemu dan foto-foto dengan tokoh-tokoh film Hollywood? Batman? Cat Woman? Shrek? Marilyn Monroe? Scooby Doo? Disini tempatnya
. Buat yang suka tantangan, tempat ini juga menyediakan wahana seru serupa halilintar di Dufan, tapi lebih tinggi dan menantang. Satu pengalaman baru buat saya adalah menonton Petualangan Shrek 4 Dimensi. Bagaimana rasanya? Seruuuuu!!!! Cipratan air dan laba-laba yang merayap di kaki kita terasa sekali. Walaupun tiket masuknya mahal ($69), tempat ini dipadati oleh pengunjung mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Transportasi
Berbeda dengan Melbourne, Sydney atau Tasmania, Gold Coast menyediakan tiket terusan yang valid sampai dengan tiga hari. Harganya $26, jauh lebih murah dari tiket khusus wisatawan yang harganya (kalau nggak salah ingat) $86. Resiko tiket lebih murah adalah siap-siap berdiri dan sedikit berdesakan dalam bis. Tapi tenang saja, dalam bis ga ada copet dan pedagang asongan kok
.
Akomodasi
Semua jenis akomodasi bisa dipesan online, mulai dari hotel bintang lima sampai hotel backpacker. Sebagian besar pengunjung memilih tinggal disekitar Surfer Paradise yang dekat dengan pantai dan berbagai pusat jajanan dan hiburan.
Ok guys, inilah akhir perjalanan saya di Australia. Sampai ketemu dengan postingan jalan-jalan berikutnya
.
Posted in Hari-hariku di Aussie, Jalan-Jalan | Tagged Australia, dream world, Gold Coast, Jalan-Jalan, Movie world, traveling | 26 Comments »
First of all, I’d like to say sorry for not being able to visit your blogs and leave any comments (mang ada yang nungguin in?….
). Not because I hate you or get bored with your writing, it’s purely because I have so little time but so much to do. I’ve been here and there in the past few weeks…hopefully will be back soon to share my stories with you all. There are so many stories to tell, and so many photos to publish
. Miss you all deh….
Posted in Hari-hariku di Aussie | Tagged busy | 13 Comments »





















































