Feeds:
Posts
Comments

Akad Nikah

Resepsi

Pre-wed wanna be….

Hiiii….apa kabar semuanya???? sudah jelas kan sekarang kenapa Indira jarang update dan blogwalking :D , ya karena urusan proyek masa depan. Jadi sekarang dah dapat double degree, Master dan Mrs :) . Anyway…kan beberapa tahun terakhir ini sedang ngetrend yang namany “Photo Pre-Wedding” , nahhh….jadi pingin juga tuh punya photo pre-wed. Tapi sungguh tak disangka harga paket outdoor photo session bikin kami bengong….mahalllll (mending buat honeymoon ajah :D ). Paket indoor dibandrol mulai harga Rp 750,000 dan outdoor mulai dari 2,500,000 sampai dengan Rp 8,000,000 (bahkan lebih). Akhirnya niat ber pre-wed ria dibatalkan.

Mama: “Photo pre-wed itu apaan, in?”

Iin: “pre itu sebelum, wed itu kependekan dari wedding artinya pernikahan. Jadi ini foto-foto sebelum nikahan gitu mah.”

Mama: “oooo….mahal yah, untung jaman mama dulu ga ada”

Tapi detik-detik terakhir saat ide untuk photo pre-wed sudah dieliminasi dari pikiran, tiba-tiba muncul ide brilian. Apa gunanya punya adik yang bisa photography kalau tidak diberdayakan. Akhirnya pr-wed photo session yang tak direncakan ini berhasil dengan cukup baik. Thanks to my lil bro Sandi :)

Photographer: Sandi Akbar Paputungan

Camera: Nikon D5000

Locations: Mangrove Forest (Suwung, Bali) & Nusa Dua Beach

1

2

3

4

Lovely morning on the canoe…

Kebetulan saat long weekends Agustus kemarin semua keluarga kami berkumpul di Bali (saya, adik, kakak dan juga istrinya). Jadilah rumah mungil kami yang biasanya sepi, berubah jadi ramai.

Kami berencana untuk melihat sunrise di pantai Semawang (Sanur) yang hanya berjarak kurang lebih 15-20 menit berkendara dari rumah kami di daerah Renon. Rencananya selepas subuh kami akan berangkat, tapi apa daya selepas shalat subuh malah pada melanjutkan tidurnya. Meskipun jadi juga berangkat ke pantai, kami ketinggalan sunrise yang pastinya bakal bagus banget.

Suasana di pantai pagi itu cukup sepi, dan diputuskan untuk naik kano saja. Saya tidak ingat lagi kapan terakhir kali bermain kano di pantai Sanur dan sekitarnya. Satu hal yang saya ingat, waktu itu harganya masih Rp 5,000 sepuasnya kalau sedang tidak ramai dan untuk satu jam jika sedang ramai. Akhirnya kami mendapatkan penyewaan kano yang sudah buka, dan harga sewanya sudah naik 100% menjadi Ro 10,000 sepuasnya (karena sedang sepi). Kami hanya menyewa tiga kano meskipun perginya berempat. Apa alasannya? tentu saja harus ada satu orang yang memegang kamera dan mengabadikan kegiatan kami…hehehe…tiada jalan-jalan tanpa foto-foto tentunya :D . Yang kebagian pegang kamera shift pertama adalah Sandi, si bungsu.

Dengan semangat 2009 (kalau 45 ketuaan yah :D ), kami bertiga mendorong kano ke air dan mulai mendayung. Cuaca pagi yang cerah ditambah hembusan angin pantai yang segar membuat acara mendayung kano ini terasa sangat menyenangkan dan membuat saya rileks. Tapi karena sudah lama tidak mendayung, tangan terasa cukup pegal. Tapi kalau capek mendayung, kita bisa membiarkan saya kano mengapung tanpa di dayung, dan nikmati indahnya pagi di atas kano.

Kalau anda penggemar water sport activities yang murah meriah, naik kano adalah pilihan yang tepat. Ingin lebih seru lagi? ajak teman atau saudara anda untuk berlomba balap kano, pasti seru abis. Penyewaan kano ini bisa ditemui di pantai-pantai di daerah Sanur. Ini dia foto-fotonya:

Semawang 1

Semawang 2

Gaya di tengah pantai

Pose ahhhhh

Just Me & My Sistah

Semawang 3

Pernah dengan jenis makanan bernama “Flapjack?” Kalau ditilik dari namanya pastinya makanan ini tidak berasal dari Indonesia tercinta. Flapjack mengacu pada dua jenis makanan manis yang berbeda. Di negara Inggris dan Australia, Flapjack mengacu pada biskuit manis yang dipanggang dengan loyang. Sedangkan di Canada, Amerika Serikat dan Afrika Selatan, Flapjack ini adalah sejenis pancake.

Nah…beberapa waktu yang lalu saya ketiban rejeki makan flapjack gratisan :D . Thanks to my sister in law yang sudah berbaik hati meminta saya menemaninya ke Kuta untuk menikmati makanan ini (cuma menemani loh, tapi yang bayar orang lain…hehehe).  Saya bela-belain deh berpanas ria mengendarai motor demi acara makan gratis ini ;) . Tempat makannya diberi nama FLAPJACKS, House of Pancakes and Home-made Gelato yang berlokasi di Kuta. Memasuki tempat ini, mata saya langsung terpukau dengan berbagai macam ice cream lezat nan menggoda, terlebih setelah melihat daftar menu yg lengkap dengan foto berwarna. Satu hal yang bikin agak syok adalah harganya (untung dibayarinnnn…..). Buat yang biasa jajan di daerah Kuta mungkin sudah terbiasa dengan harga seperti itu, tapi tetap saja mahal untuk ukuran makanan kecil (snack). Dua jenis Flapjack yang kami pesan ini masing-masing dibandrol dengan harga Rp 45,000 – 55,000. Ini belum seberapa, ada juga yang harganya mencapai Rp 95,000 bahkan ratusan ribu. Mungkin harganya ini cukup murah buat para pemegang dollar…tapi jujur saya tetap merasa ini cukup mahal untuk seporsi camilan.

Flapjack ini adalah pancake ukuran cukup besar (diameter 10cm) dan disajikan panas dengan topping ice cream atau selai. Ini dia tampilannya yang menggoda selera. Saya pribadi bukan penggemar makanan manis, jadi pancake ini terasa biasa saja di lidah saya. Kalau mau mencoba, beli saja adonan pancake di supermarket, dan ice cream….anda bisa menikmati beberapa porsi flapjacks dengan harga yang jauh lebih murah. Selamat mencoba…. :)

Chocolate Crazy

Banana flavor

Himbauan atau Larangan?

Setibanya di Indonesia, saya tidak langsung ke Bali melainkan ke Surabaya. Apa Indira sudah pindah rumah? Tentu saja tidak, saya harus menemani mama yang akan menjalani operasi mata di RSUD Dr Sutomo. Sewaktu saya sedang duduk di lorong RS, Ada 2 tulisan di dinding yang menarik perhatian saya. Sambil mengamatinya saya jadi berpikir, ini hanya himbauan atau larangan “halus” yah? Ini dia tulisannya:

Sebaiknya jangan merokok

Jangan buang rokok

Bukankah ini sama saja dengan mengijinkan merokok di lingkungan RS? yang seharusnya dilarang karena mengganggu pasien dan juga orang lain. Bagaimana ini?????

Finally

Wisuda 3

I’ve finally completed my 1.5 year journey in Australia. Satu setengan tahun ini lebih dari sekedar sebuah pencapaian prestasi akademik, tapi pengalaman hidup yang luar biasa. Dalam jangka waktu itu, saya menemukan rumah dan keluarga kedua dalam hidup, mempererat hubungan dengan teman-teman blogger (berkat internet connection yang super cepat), membuka cakrawala wawasan saya lebih luas lagi, dan tentunya menikmati jalan-jalan di seputar Australia. Semoga masih ada kesempatan untuk kembali lagi, atau bahkan perjalanan lain di belahan dunia yang baru :) .Ini foto-foto gila pas wisuda:

Wisuda 2

Wisuda 8

Wisuda 12

With friends from Bangladesh

With friends from Bangladesh

With Roremary

With Roremary

Terima kasih tak terhingga buat Allah SWT yang telah memberi berkah luar biasa ini pada saya, keluarga dan teman yang selalu mensupport even in my hardest time (deadline assignment), my virtue friends yang walaupun belum pernah bertemu selalu terasa dekat dihati. See you all in Indonesia…kopdarrr yuuukkkk :D

Nggak terasa, akhirnya study saya di negeri kangguru ini sudah hampir berakhir. Sudah diputuskan bahwa Gold Coast akan jadi destinasi jalan-jalan terakhir saya di Australia :) . Perjalanan ini jadi perjalanan yang paling penuh perjuangan dan menguras isi kantong…hiks :( .

Flight Cancellation

Sebagai mahasiswa, tentu saja saya dan teman-teman akan memanfaatkan budget airline, dan kali ini pilihan kami jatuh pada Tiger Airways. Resiko yang harus ditanggung, jadwal check in kami pagi sangat. Jam 5 pagi kami sudah otw ke Tullamarine Airport, dan setibanya disana ternyata flight kami dibatalkan karena pesawat yang sedianya mengangkut kami ke Gold Coast mengalami kerusakan. Selama menggunakan jasa penerbangan di Australia, ini pertama kalinya saya mengalami masalah pembatalan penerbangan. Tiger menyediakan penerbangan alternative sampai Sunshine Coast. Kami menolaknya karena dari Sunshine Coast masih memerlukan kurang lebih 2 jam perjalanan dengan bis ke Gold Coast. Akhirnya tidak ada pilihan selain pulang ke rumah, dan kembali lagi besok pagi. Satu hal yang membuat saya cukup takjub adalah wajah si petugas Tiger yang menjelaskan tentang pembatalan ini…FLAT pisan euy. Dengan ekspresi yang tetap dan nada suara yang intonasinya tidak berubah berapa banyakpun orang complain, seberapa kesalpun orang bicara padanya. Si petugas hanya memberikan pilihan pengembalian uang, atau flight besok pagi plus form untuk complain. Yang lebih hebat lagi, tak satupun penumpang menumpahkan kekesalan dengan marah-marah, apalagi sampai teriak-teriak atau gebrak meja. Saya jadi ingat sewaktu delay penerbangan dari Jakarta ke Denpasar. Delay 2 jam itu membuat seorang ibu-ibu mendatangi setiap penumpang dan mempengaruhi untuk minta ganti pesawat dan kalau perlu akomodasi hotel. Ada juga seorang bapak-bapak yang mendatangi meja petugas dan berteriak-teriak marah. Kalau menurut hemat saya, marah-marah memang tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah membuat kita sendiri lelah. Kita bisa kan menyampaikan complain tanpa harus perang urat syaraf?

Surfer Paradise

Penginapan kami berjarak ±15 menit dari Surfer Paradise. Ada apa sih ditempat ini? Ada pusat perbelanjaan, hotel dan apartment dan pastinya pantai dong. Melihat deretan pantai di Gold Coast (yg sebagian besar dinamai seperti pantai-pantai di Amerika misalnya Miami Beach) mengingatkan saya pada deretan pantai sepanjang Bondi sampai Cogee. Tapi jujur saya lebih suka memandang Bondi beach :) . Surfer Paradise dipadati oleh wisatawan dari berbagai Negara. Disini kami menikmati late lunch dengan fish and chips.

100_6577

100_6295

The Wax Museum

Belum kesampaian mengunjungi Madam Tussaud di Paris, kami masih bersyukur bisa mengunjungi museum lilin di Surfer Paradise. Tiket masuknya dihargai A$27, dan ini termasuk tour ke dalam terror castle. Sebelumnya kami berharap bisa berfoto dekat patung-patung lilin ini, sayang seribu sayang semua patung ditempatkan dalam etalase kaca :( . Akhirnya kami harus cukup puas dengan berfoto di depan etalase kaca tersebut. Kita akan menemukan patung lilin tokoh politik sampai selebriti Hollywood. Sedangkan tour ke terror castle menampilkan metode-metode penyiksaan kuno yang cukup membuat bulu kuduk bergidik.

100_6303

100_6305

100_6308

Dream World & White Water World

Kali ini kami beli tiket terusan untuk dua tempat yang harganya cukup menguras kantong. Dream World menawarkan berbagai wahana serupa Dufan di Jakarta. Sebagai tambahan, banyak spot yang bakal bikin anak-anak betah seperti Nickelodeon, Wiggles’ World dan juga kesempatan untuk berfoto dengan tokoh-tokoh kartun seperti Sponge Bob, Bugs Bunny, dan Sylvester.

100_6523

100_6425

100_6478

Rasanya belum sah kunjungan ke Australia kalau belum berfoto dengan Koala. Akhirnya kami sempatkan mengunjungi Koala Country dimana kita bisa berfoto dengan Koala asli. Ternyata saudara-saudara…koala itu bauuuuuuu!!! Rocky adalah nama koala berumur 15 tahun yang berfoto bersama saya. Beratnya 8kg dan dia dengan tidak sopannya pup saat saya menggendongnya. FYI…posisi gendong adalah telapak tangan saya berada tepat di (maaf) lubang duburnya si Rocky ini. Pantes ada rasa hangat-hangat waktu dia ada dalam gendongan saya…nasib…nasib.

koala

Saya yang hobby banget main air puas main di White Water World. Walaupun sedang musim dingin, suhu di Gold Coast jauh lebih hangat dari Melbourne. Wahana airnya seru dan cukup menantang. Disini juga kami sempatkan berfoto dengan Sponge Bob dan Patrick :) .

Movie World

Mau ketemu dan foto-foto dengan tokoh-tokoh film Hollywood? Batman? Cat Woman? Shrek? Marilyn Monroe? Scooby Doo? Disini tempatnya :) . Buat yang suka tantangan, tempat ini juga menyediakan wahana seru serupa halilintar di Dufan, tapi lebih tinggi dan menantang. Satu pengalaman baru buat saya adalah menonton Petualangan Shrek 4 Dimensi. Bagaimana rasanya? Seruuuuu!!!! Cipratan air dan laba-laba yang merayap di kaki kita terasa sekali. Walaupun tiket masuknya mahal ($69), tempat ini dipadati oleh pengunjung mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

100_6606

100_6667

Transportasi

Berbeda dengan Melbourne, Sydney atau Tasmania, Gold Coast menyediakan tiket terusan yang valid sampai dengan tiga hari. Harganya $26, jauh lebih murah dari tiket khusus wisatawan yang harganya (kalau nggak salah ingat) $86. Resiko tiket lebih murah adalah siap-siap berdiri dan sedikit berdesakan dalam bis. Tapi tenang saja, dalam bis ga ada copet dan pedagang asongan kok :) .

Akomodasi

Semua jenis akomodasi bisa dipesan online, mulai dari hotel bintang lima sampai hotel backpacker. Sebagian besar pengunjung memilih tinggal disekitar Surfer Paradise yang dekat dengan pantai dan berbagai pusat jajanan dan hiburan.

Ok guys, inilah akhir perjalanan saya di Australia. Sampai ketemu dengan postingan jalan-jalan berikutnya :) .

Doo Town

Ada yang menarik dalam perjalanan pulang kami dari Tasman Arch dan Devil’s Kitchen. Kami melewati sebuah pemukiman yang terkenal dengan nama Doo Town.  Nama kota digunakan karena semua rumah yang berada di daerah ini menggunakan nama yang berawalan DOO. Berawal pada tahun 1935 dimana seorang arsitek dari Hobart bernama Eric Round memulai tradisi memasang papan nama rumah. Milik Eric sendiri bertuliskan DOO I. Tak lama kemudian hal ini diikuti oleh Charles Gibson (Doo-Me) and Bill Eldriged (Doo-Us). Tradisi ini berlanjut sampai sekarang dan Doo Town menjadi salah satu obyek wisata yang unik di Tasmania. Selain 3 Doo diatas, yang lainnya bertuliskan: Doo me a favor, Doo it, Doo you love me., Love Me Doo..dan masih banyak lagi yang lain.

Doo Town

Doo Town

Mount Field National Park

Untuk tujuan yang satu ini kami memanfaatkan jasa day tour. Sungguh beruntung kami mendapat tour guide yang sangat professional, Judy :) . Track yang akan kami lalui sudah diatur sedemikian rupa sehingga jikapun hujan, kita tidak akan mudah terpeleset. Sepanjang perjalanan kami menuju air terjun yang terdapat di taman nasional ini, kami disuguhi pemandangan red wallaby yang berlompatan kesana kemari tanpa ada rasa takut pada manusia. Udara di area ini sangat segar dan sungguh nikmat bisa menghirup aroma tanah basah tersiram hujan semalam. Mount Field National Park adalah area hutan tropis yang menawarkan wisata alam seperti trekking. Buat yang suka photography, mengambil foto air terjun (Russell Falls) bisa jadi tantangan tersendiri.Hamparan lumut yang hijau bagaikan karpet juga jadi pemandangan tersendiri.

Lumut

Giant tree

Waterfall 1

Waterfall 3

Judy

Cadbury Chocolate Factory

Saya bukan penggemar coklat, tapi dapat kesempatan untuk mengunjungi langsung pabriknya di Tasmania sungguh pengalaman yang menyenangkan. Ternyata bahan baku coklatnya ada yang di datangkan dari Indonesia juga loh, jadi bangga nih :D . Yang sempat membuat saya takjub adalah kemasan coklat 10kg yang tingginya hampir sama dengan saya. Selepas mendengarkan pejelasan tantang produksi coklat Cadbury, kami diberi kesempatan untuk mengunjungi outletnya dan membeli coklat dengan separuh harga yang dijual di pasaran…senangnyaaaaaaaaa….. :)

Coklat 1

Coklat 2

Salamanca Market

Kalau Melbourne punya Victoria Market, dan Sydney punya Paddy’s Market, Tasmania punya Salamanca Market. Pasar ini hanya dibuka pada hari Sabtu mulai pukul 8 pagi sampai 2.30 sore. Barang-barang yang ditawarkan sebagian besar adalah kerajinan tangan khas Tasmania. Harus diakui barang-barang yang dijual memiliki kualitas yang bagus, sehingga harga yang ditawarkan juga lebih mahal dari yang dijajakan di Vic Mart yang sebagian besar adalah made in China products. Tapi bekeliling di pasar selalu menarik, dan sayapun sukses membawa pulang sebuah pembatas buku berbentuk tasmanian devil berikut tas bergambar serupa.

Salamanca Market

Ini adalah akhir perjalanan kami ke Tasmania, sampai berjumpa di perjalanan berikutnya ke Gold Coast :) .

Gambar Doo town diunduh dari sini , foto Salamanca market diunduh dari situ

Mendengar kata TASMANIA, mungkin yang terlintas pertama kali adalah tokoh kartun pemakan segala TASMANIAN DEVIL :) . Tenang saja, kita tidak akan menemukan mahluk ini berputar-putar seperti gangsing di tengah kota :D . Mengunjungi tempat ini di musim dingin sungguh bukan pilihan yang tepat. Jika di Melbourne dingin, maka di Tasmania akan jauh lebih dingin. Kami berempat (Saya, Meike, Devi dan Era) berangkat dari Tullamarine Airport pukul 14.05 waktu setempat, cuaca cukup cerah dengan suhu max 16°C. Penerbangan selama ± 1 jam 15 menit dengan Tiger Airways terasa cepat berlalu. Begitu mendarat di Hobart dan keluar dari pesawat, wajah kami langsung serasa ditampar angin dingin. Jaket tebal yang membungkus tubuh masih saja memberi celah bagi angin dingin untuk menebar dingin ke tubuh kami. Welcome to the coldness of Tasmania mate!

Penginapan sudah 2 bulan sebelumnya dipesan, berdasarkan informasi dari pihak penginapan, taxi adalah pilihan yang tepat untuk mencapai penginapan terutama karena kami bepergian ber-empat sehingga ongkosnya bisa dibagi. Dengan public transportation (bis) maka satu orang akan kena ± $15, sedangkan dengan taxi kami hanya membayar $47. Sopir taxi yang megantar kami ke penginapan sangat ramah dan dengan senang hati memberi informasi tentang tempat-tempat yang bisa kami kunjungi selama 4 hari liburan kami di Tasmania. Dalam perjalanan kami baru tersadar bahwa public transport yang tersedia di Hobart hanya bis dan taxi. Kami melihat jalur trem tapi tak satupun trem yang melintas. Pejalan kaki juga tak sebanyak di Melbourne atau Sydney, ini dikarenakan penduduknya yang juga jauh lebih sedikit dari kedua state yang lain.

Woolmers Inn

Kami tinggal di Woolmers Inn, self-service apartment yang cukup nyaman. Kenapa pilihan jatuh pada akomodasi bertipe sel-service apartment dan bukan backpacker hotel? Karena akomodasi tipe ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap dengan harga yang bisa terjangkau oleh kantong mahasiswa. Setiap kamar dilengkapi dengan dapur dan segala peralatan memasak dan makan, juga setrika, meja setrika, pengering rambut sampai alat bersih-bersih kamar.  Letaknya juga cuma 20 menit jalan kaki dari pusat kota Hobart.

Woolmers Inn

Woolmers Inn

Hobart’s Waterfront

Disambut dengan rintik hujan tidak menyurutkan semangat kami berempat untuk melihat-lihat kota Hobart di malam hari. Tujuan pertama adalah “makan malam” :D dan Hobart’s waterfront adalah tempat yang kami pilih. Mendengar namanya pasti sudah terbayang kalau tempat ini dekat dengan air. Hobart’s waterfront adalah area pelabuhan yang menyuguhkan pemandangan kapal-kapal bertiang tinggi lengkap dengan layarnya, serta sederet restaurant yang menyediakan makanan laut. Dulunya jadi tempat favorite bagi para pelaut untuk ‘hang out’. Pemandangan malam hari di tempat ini sangat indah, sayang angin yang bertiup cukup kencang membuat kami tak tahan berlama-lama berada disini. Tapi sebelum pergi Era sempat mengabadikan keindahannya dalam photo ini:

Hobart's Waterfront

Hobart's Waterfront

Port Arthur

Port Arthur adalah salah satu tujuan wisata utama di Australia dan utamanya di Tasmania. Setiap bangunan dan benda yang ada di tempat ini memiliki kisah dan sejarahnya masing-masing. Mark, tour leader kami menceritakan setiap detailnya dengan sangat menarik sehingga tidak terdengar seperti pelajaran sejarah yang membosankan. Banyak bangunan di Tasmania dan hampir seluruh bagian dari Port Arthur dibangun oleh ‘convict labor’ atau narapidana. Port Arthur ini sejatinya adalah sebuah penjara bagi ‘the worst prisoner’ pada jamannya. Meskipun banyak bangunan yang sudah runtuh sebagian, namun historical site ini terawat dengan sangat baik.Hari itu hujan turun seharian, meskipun basah dan kedinginan, photographer kami tetap setia mengabadikan Port Arthur.

It was raining and windy at Port Arthur

It was raining and windy at Port Arthur

The rain has gone

The rain has gone

It's the garden

It's the garden

The 4 of us

Tasman Arch and Devil’s Kitchen

Tasman Arch dan Devil’s Kitchen adalah formasi karang yang dibentuk oleh laut. Tasman Arch dan Devil’s Kitchen memiliki lokasi yang berdekatan tak jauh dari Doo Town. Buat yang takut dengan ketinggian, memandang kedua tempat ini dari atas mungkin akan jadi tantangan khusus :) .

Tasman Arch 1

Tasman Arch 1

Tasman Arch 2

Tasman Arch 2

Devil's Kitchen

Devil's Kitchen

to be continued…

First of all, I’d like to say sorry for not being able to visit your blogs and leave any comments (mang ada yang nungguin in?…. :roll: ). Not because I hate you or get bored with your writing, it’s purely because I have so little time but so much to do. I’ve been here and there in the past few weeks…hopefully will be back soon to share my stories with you all. There are so many stories to tell, and so many photos to publish :D . Miss you all deh…. :razz:

Older Posts »