Melbourne, 5 March 2008

butterfly_watching.jpg

Warnanya tak elok seperti kawanan kupu-kupu lainnya, namun terbang ia dengan bebasnya, berputar mengitari rumpun bunga aneka warna yang menebar wangi semerbak…tunjukka pesona tarian nan menawan. Ia begitu berbeda, sayapnya yang mungil berwarna coklat muda dengan sedikit garis bernuansa jingga dan bintik-bintik kecil putih, sedangkan kupu-kupu betina yang lain memiliki sayap berwarna warni…biru, kuning, merah atau hijau.

“Betapa kesepiannya ia terbang terpisah dari kawanannya.”

“Sepikah dirasa?”

“Tak rindukah ia teman tuk’ terbang bersama?”

Tampaknya tidak…ia begitu bebas…begitu lepas…

“Tidakkah itu hanya pelarian?”

“Terbang tinggi tuk lepaskan beban?”

“Terbang tinggi, berputar, hinggap dari satu bunga ke bunga lain, agar tak terasa waktu bergulir?”

Begitu banyak tanya untuk si kupu-kupu mungil…tak peduli ia…terbang ia…bebas…ia menari

Hari yang indah, matahari bersinar cerah dan angin berhembus semilir…goyangkan perlahan rumpun bunga mawar yang merekah sempurna…merah…kuning…putih…pink…ah begitu menawan. Tak tampak ia, kemanakah gerangan? Hari ini terlalu indah untuk dibiarkan berlalu begitu saja.

Kuhampiri rumpun mawar:

“Wahai si cantik berduri…tampakkah kau si kupu-kupu mungil hari ini?”

Gemerisik duri mawar dihembus angin semilir…bisik-bisik perlahan…

“Tak tampak kami…sepi hari cerah ini tanpa tariannya…sampaikan salam kami jika kau bertemu dengannya.”

Bukan hanya aku yang merasa sepi tanpa hadir dan tariannya…ahhh…

”Terima kasih…akan kusampaikan nanti.”

Kuhampiri kumpulan lebah yang ramai berputar di sekitar rumpun bunga matahari.

“Wahai pengumpul madu…tampakkah kalian si kupu-kupu mungil hari ini?”

Ramai dengung disekitarku…bzzzz….bzzzz…bzzzzz

“Tak kami dengar kepak sayapnya, sunyi terasa taman ini…tak tampak ia menari hari ini…sampaikan salam kami jika kau bertemu dengannya.”

Bukan hanya hatiku yang merasa sunyi tanpa kepak sayap dan tariannya…ahhh…

Lunglai kulangkahkan kaki…semua baru terasa berarti saat hilang dari hadapan mata kita…semua baru terasa berharga saat tak lagi ada kebersamaan…ahhhh…

”Wahai angin…adakah kau bawa berita tentang kupu-kupu menari?”

“Adakah terpamu hempaskannya?”

“Adakah derumu takutkannya?”

“Wahai sang surya…adakah kau sinari tariannya?”

“Apakah panasmu membakar sayap mungilnya?”

“Adakah sinarmu silaukan jalannya?”

Kembalilah menari kupu-kupu mungil, bawalah ceria dan warna dalam hidupku. Sepi hariku…sunyi hatiku tanpa tarianmu…jika lelah kau menari…hinggaplah padaku….meski jauh kau saat ini…kupercaya rinduku kan bawa tarianmu kembali padaku…

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s