Terima kasih buat Aryanty dan suami yang sudah mengijinkan saya meng-upload tulisan ini di blog saya. Hatur nuhun pisan nyak…semoga bermanfaat buat yang lain. Tulisan ini di upload dari dan juga bisa dibaca di:

http://nenengbatman.multiply.com/tag/pernikahan

 

Berupayalah untuk Meraih Pernikahan Berkah

âWahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba`ah, maka hendaklah ia menikah, karena pernikahan lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan farji…â(HR. Bukhari dan Muslim)

Salim A. Fillah dalam bukunya, Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, menulis bahwa berdasarkan hadits di atas hanya satu parameter kesiapan seseorang untuk menikah, yaitu ba`ah. Apa itu ba`ah? Makna ba`ah yang utama adalah kemampuan biologis, kemampuan berjimaâ. Memang ada makna tambahan yaitu mahar (mas kawin), nafkah, juga penyediaan tempat tinggal. Namun makna utamalah yang ditekankan yakni kemampuan berjimaâ.

Lalu setelah memiliki kemampuan ba`ah, apa saja yang mesti dipersiapkan untuk meraih pernikahan barakah?

Saya ingin menuntun Anda untuk memahami dulu makna âbarakahâ. Dalam definisi umum barakah sering diartikan, ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan. Maka pernikahan barakah adalah pernikahan yang dengannya bertambah-tambahlah kebaikan yang dirasakan, baik bagi pasangan yang bersangkutan, maupun bagi keluarga, juga lingkungan masyarakat sekitarnya.

Dengan menikah maka Anda tambah bahagia, merasa aman dan tentram, meningkat semangat belajar dan bekerja, semakin produktif, itulah pertanda keberkahan pernikahan Anda. Keluarga dan lingkungan pun merasakan kebersamaan, kepedulian sesama, dan aneka kesalehan-sosial akibat pernikahan Anda, maka insya Allah pernikahan Anda dalam ada dalam barakah.

Maka beberapa persiapan yang mesti dilakukan untuk meraih pernikahan barakah itu, saya coba tuliskan dalam poin-poin berikut:

1.       Persiapan ruhiyah (spiritual)

Ini meliputi kesiapan kita untuk mengubah sikap mental menjadi lebih bertanggung jawab, sedia berbagi, meluntur ego dan berlapang dada. Hal-hal ini ditopang oleh aktivitas ubudiyah (ibadah ritual) yang mantap. Memperbaiki kualitas shalat, memperlama durasi dzikir, memperkuat doa, merutinkan membaca Al-Qur`an, semoga bisa memantapkan ruhiyah kita menuju takdir barakah pernikahan. Inilah takdir yang akan kita jalani, yang dalam beberapa hal mungkin tidak sesuai dengan dugaan kita. Namun keyakinan bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, itulah benteng terkokoh yang takkan runtuh oleh angin sekencang apapun.

2.       Persiapan ilmu

Persiapan ilmu ini menjadi sangat penting, karena kita akan memperjalankan kehidupan tidak lagi sendirian, tetapi bersama pasangan yang memungkinkan lahirnya perbedaan-perbedaan sikap dan cara pandang. Kekuatan ilmulah yang akan membuat perbedaan-perbedaan itu menjadi harmoni yang bisa diselaraskan. Maka persiapkanlah ilmu tentang fiqh rumah tangga, ilmu tentang komunikasi yang baik pada pasangan, ilmu menjadi orangtua, penataan keuangan, dan sebagainya.

3.       Persiapan fisik

Perhatikanlah makanan yang masuk ke tubuh kita, harus halal, thayyib, teratur. Hapus kebiasaan jajan sembarangan. Berolahragalah secara teratur. Tentang pakaian, jaga kebersihannya, terutama pakaian yang paling pribadi. Kebersihan badan, mulut, dan lipatan-lipatan pada tubuh yang selama ini kurang terperhatikan, maka menjadi keharusan untuk memperhatikannya agar barakah itu selalu berada dalam genggaman.

4.       Persiapan keuangan; ini tuntutannya adalah komitmen untuk mandiri dan memenej keuangan dengan baik.

5.       Persipan sosial; siap bermasyarakat, faham bagaimana bertetangga, mengerti bagaimana bersosialisasi dan mengambil peran di masyarakat. Juga tak kalah penting, memiliki visi peradaban yang akan diciptakan.

Nah, ini semua adalah persiapan. Namun persiapan ini kita kerjakan dalam proses yang tidak berhenti. Karena proses persiapan itu hakikatnya adalah proses perbaikian diri kita sepanjang waktu. Maka, setelah menikah pun kita harus tetap mengasah apa-apa yang kita sebut persiapan menikah itu.

Maka saat kita sudah menjalani proses pernikahan itu, saat kita sudah menjadi pasangan suami-istri dengan pasangan kita, topanglah pernikahan kita denganâapa yang saya sebutâEmpat Pilar Rumah Tangga Barakah:

1.       Ikhlas

Pernikahan adalah perintah Allah. Kita menjalankan sunnah Rasul. Maka motivasi-motivasi kecil lain seperti karena kecantikan, kekayaan, keturunan, harus dinomorsekiankan. Pernikahan kita mesti ikhlas, karena Allah. Dalam rangka mengagungkan Allah. Juga dalam rangka memperjalankan takdir Allah, yang pasti takdir terbaik bagi hamba-Nya. Karenanya, kalau ke depan ada hal-hal yang diperdebatkan oleh suami-istri, kembalikanlah penyelesaiannya pada Allah dan Rasul-Nya, pada Al-Qu`an dan sunnah. Bukan pada nafsu dan ego pribadi.

2.       Jujur

Mulai sekarang, jujurlah pada pasangan Anda. Jika pasangan Anda bertanya tentang aktvitas Anda hari ini, maka mengapa Anda berpikir hal yang lain selain yang Anda kerjakan. Kejujuran adalah modal berharga untuk membuat Anda tidak memikul beban dusta yang pasti suatu saat akan ketahuan. Dan kejujuran inilah yang akan menjaga Anda untuk tetap setia, mencinta, dan berbahagia.

3.       Saling mengerti dan memahami

Berupayalah untuk memahami apa aktivitas pasangan Anda. Memahami pula apa pikiran dan perasaannya. Pahamilah hingga Anda tidak akan mudah tersiksa oleh rasa cemburu, yang mungkin timbul karena ketidakpahaman Anda. Tentu pilar ketiga ini mesti ditopang oleh pilar ikhlas dan jujur yang sudah diungkap sebelumnya.

4.       Saling mengisi

Tak ada manusia sempurna (yang ada hanya rokok, hehe…). Semua kita punya kelemahan. Maka pernikahan barakah adalah pernikahan yang di antara keduanya terjadi upaya saling mengisi kekurangan itu dengan kelebihan yang kita miliki. Tutuplah aib pasangan kita, lalu isilah dengan kelebihan yang kita punya. Begitu sebaliknya hingga terjadilah âziyadatul khairâ seperti yang sudah dipaparkan di bagian awal tulisan ini.

Akhirnya saya ingin mengucapkan âbarakallahu laka wa baraka âalaika wa jamaâa bainakuma fi khairâ, semoga pernikahan Anda barakah, semoga pernikahan kami barakah, semoga pernikahan kita barakah. Semoga kebarakahan pernikahan kita semua, memercikkan barakah bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan ummat di seluruh dunia ini. Aamiin…#(Heru Haerudin, Ahad, 100208)

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

One response »

  1. trims buat postingani ini, mampir juga ke blog saya ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s