Sebuah penyesalan sesaat…ketika mimpi tak jadi kenyataan. Sejak SD sampai SMA, aku dan kakakku selalu masuk sekolah yang sama, kerenanya aku punya sebuah ekspektasi bahwa nantinya kami bisa masuk universitas yang sama pula walaupun berbeda jurusan (lambat laun kusadari ini bukan sebuah expektasi, melainkan usaha pembuktian pada orang tua bahwa “AKU BISA SEPERTI DIA!” – persaingan antar sudara (sibbling rivalry bahasa keyennya)?…atau kecemburuan antar saudara?)…

 

Selepas SMA, setelah gagal masuk Universitas Impian (dimana ya lokasi universitas ini?😉 ), aku memutuskan untuk ikut UMPTN. Pilihan pertama jurusan Psikologi di UGM, pilihan kedua Sastra Inggris  di Udayana. Setelah menunggu dalam ketidakpastian dan ketidakyakinan akhirnya pilihan kedualah yang berhasil kuraih. Sedikit kecewa, tapi kemudian tambah kecewa setelah aku pergi mendaftar ulang ke kampus sastra di Jl. Pulau Nias. Apa yang membuat kekecewaan itu bertambah?….setiba disana aku harus dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa kampus sastra tidaklah “semegah” kampus dalam bayanganku, dan para senior yang menyambut kami (para mahasiswa baru) tidaklah berpenampilan seperti “mahasiswa” dalam bayanganku. Mereka beberapa mahasiswa dengan rambut gondrong yang ga rapi sama sekali (dibiarkan tergerai…mending kalo lurus, ini keriting dan gimbal), celana robek-robek dan bersandal jepit. Sebagian duduk nongkrong sambil bermain gitar atau sekedar merokok. Ruang senatnya jauh dari kesan bersih dan rapi. Yang membuatku lebih shock lagi, selagi kami sibuk mengisi formulir pendaftaran ulang, tiba-tiba ada sesosok pemuda bertelanjang dada keluar dari ruang senat, wajahnya tampak seperti orang yang baru bangun tidur. Setengah melongok ke dalam ruang senat, aku mendapati pemandangan yang “tidak biasa”. Di dalam ruangan tersebut ada karpet terhampar lengkap dengan beberapa sosok manusia yang bergelimpangan tidur di lantai…”Ohh..My God, ini kampus apa camp pengungsi batinku…ato bahkan tempt kos..”.

 

Sedih sekali rasanya harus berkampus di tempat itu, rasanya seperti terbuang. Sepulang dari kampus Nias aku bertekad bulat “AKU HARUS UMPTN LAGI TAHUN DEPAN!”. Aku ga mau terdapar di tempat ini…

Tekad bulat ini hanya bertahan 1 semester, menginjak semester ke 2 tekad ini semakin memudar dan akhirnya hilang sama sekali saat UMPTN tahun berikutnya tiba. Banyak hal unik dan istimewa yang kutemui di kampus rakyat ini. Mulai dari makhluk paling normal ampe abnormal (aku masuk golongan yang mana ya?😉 ). Kujalani hari-hariku sebagai mahasiswi dengan suka hati. Naluri bisnisku rupanya berkembang, melihat peluang bahwa begitu terisolirnya kampus Udayana (terutama kampus sastra) dari dunia luar, aku memutuskan untuk berjualan roti baker untuk mengakomodir kebutuhan teman-teman akan sarapan (ada mata kuliah yang dimulai pagi-pagi…jangankan sarapan, mandipun kadang tak sempat…but not me ya…;-) ). Lumayan…dengan bandrol Rp 500/potong aku bisa meraup 100% keuntungan…cukuplah buat uang bensin dan pergi nonton (jaman itu Cineplex 21 Cuma Rp 5,000 kalo ga salah). Sayang usaha ini tidak berjalan lama, karena ada pesaing yang juga teman sekelas…karena dia anak kost aku memilih untuk mundur (dia lebih perlu uang itu daripada aku). Tapi Allah memang sayang padaku, semester 3 aku dapat kerja part time mengajar Bahasa Inggris buat anak-anak. Ah senangnya…ga nyangka aku bakal bisa berkecimpung di dunia pengajaran. For the first time in my life…aku akhirnya punya rok selain rok sekolah dan juga high heel😉 heheheheeh (karena tempat aku mengajar mensyaratkan begitu). Aku banyak belajar untuk menjadi lebih sabar, tau sendiri kan kalau mengajar anak-anak…satu orang sedang menulis, yang lain ada yang kejar-kejaran, ada yang menangis…satu lagi nangkring diatas temannya….ketik C spasi D..cape dechhhhhh…..But I had lots of fun with them….aku juga sempat menerima perkerjaan terjemahan dengan teman-teman, lumayan honornya. Tapi yang paling menyenangkan kalo ada event seminar atau pameran di Bali dan Liaison Officer (LO) dibutuhkan…wah acara Cuma 2 – 5 hari tapi uangnya mantap! Hehehehe….kuliah lancer, ga ada hambatan berarti….mulai kerja part time disana sini…akhirnya selesai juga kuliahku..IPK? cukup memuaskan…kata teman-teman, kalo sudah masuk sastra tapi IPK nya masih nasakom (Nasib satu koma), harus dikaji kembali kelulusan UMPTN nya..heheheh….3.66…cukup fantastic kan. Aku bahagia bisa membuat orang tuaku bangga…LIHAT ANAKMU INI BISA BERDIRI JADI SATU DARI YANG TERBAIK!

 

To be continued….

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s