Saat di Indonesia, aku tidak punya motivasi untuk belajar memasak karena mamaku punya masakan yang luar biasa..the best pokoknya. Tapi sampai disini, mau tidak mau aku harus memasak sendiri. Hari kedua aku di Australia…aku beli makanan seharga A$ 8..penampakannya sich enak..ternyata ga ada rasanya sama sekali….tiba-tiba aku kangen sekali masakan mama. Hari berikutnya dengan ditemani Mbak Ningrum aku belanja ke Clayton market. ALhamdulillah sekarang kemampuan memasakku jauh lebih baik, yang awalnya Cuma bisa bikin telur ceplok, dadar dan oseng-oseng, sekarang sudah bisa masak semur daging dan juga sup jagung.

 

Awal kedatangan aku harus jalan kaki pulang pergi kost – kampus (± 10 – 15 menit), sayangnya lututku yang sempat cedera karena kecelakaan sebelum berangkat ke Australia mulai nyeri kalo aku banyak berjalan. Kadang aku nyaris menyeret kakiku sehabis berjalan cukup jauh…aku berusaha tidak mengeluh…walau kadang nyerinya jadi berlipat saat udara dingin datang. Nyeri ini datang dan pergi…sekali lagi aku diberi kemudahan oleh Allah. Ada teman yang mau menjual sepedanya, setelah sedikit tawar menawar aku membeli sepeda itu dengan harga A$ 55 (harga awal A$ 65). Lumayan bisa memotong waktu perjalanan dan lebih mudah kalau mau belanja ke Clayton atau pergi ke rumah teman.

 

Masalah utamaku sebenarnya adalah cuaca…Melbourne terkenal sebagai kota dengan 4 musim dalam sehari. Dalam backpack ku harus ada jaket, topi, sunscreen, paying dan sunglasses (harus ada semua kalau mau survive dan biar ga salah kostum). Biasanya tubuhku sangat rentan dengan perubahan cuaca, tapi Alhamdulillah aku diberi kesehatan dan tak seharipun aku absent kegiatan persiapan awal kuliah yang berlangsung selama 5 minggu. Aku sempat merasakan suhu 42˚ …sampai aku susah bernafas karena terpaan angin panas. Puncaknya hidungku mimisan…sempat khawatir…tapi aku pikir ini hanya karena panas saja…Alhamdulillah aku baik-baik saja.

 

Nikmat dan berkah Allah pada umatnya senantiasa hadir, hanya kita saja yang kurang bersyukur. Ya Allah terima kasih telah begitu menyayangiku dan melimpahkanku dengan begitu banyak kemudahan…semoga hamba-Mu ini tak pernah lupa beryukur dan tak melalaikan perintah-Mu. Amien

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

One response »

  1. heper70 says:

    alhamdulilah, nikmat Allah nga bsa diitung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s