Entah sudah berapa ratus kali kata ‘cinta’ meluncur dari mulut kita. Saat kita tertarik pada lawan jenis, saat kita ungkapkan perasaan pada orang tua dan kerabat, saat kita begitu mengangumi barang yang kita miliki. Tapi pernahkan terlintas untuk menujukan ‘cinta’ ini pada Allah SWT, pencipta dan penguasa semua pemilik mulut yang telah melontarkan kata ‘cinta’ namun lupa tuk mencintai-Nya.

”Cintaku padamu sedalam lautan

Setinggi jagat raya diangkasa”

Sepenggal lirik dari Agnes Monica yang dikutip seorang sahabat saya untuk menyatakan betapa besarnya rasa cinta yang ia miliki untuk kekasihnya. Saya kemudian bertanya,” apa benar cintamu padanya seperti yang kau gambarkan?” Dia menjawab dengan wajah sangat serius,” Tentu saja, kamu nggak tau sich, kalau aku ga bisa hidup tanpanya. Ada bagian yang hilang dan terasa kosong tanpa hadirnya.” Hmmm…begitu hebatnya pengaruh seorang anak manusia pada sosok anak manusia yang lainnya. Kalau dia bisa mencinta ciptaan Allah dengan sedemikian rupanya, pastilah cinta dia pada sosok yang menciptakannya akan jauh labih besar dan mulia. Pada kenyataannya, dia lebih memilih menjemput sang kekasih di kampus daripada shalat Maghrib bersama keluarga, dia lebih memilih menghabiskan waktu dengan membaca buku 1001 cara menaklukan kekasih anda daripada membaca Alquran, dia lebih memilih membatalkan puasanya daripada tidak bisa berjalan sambil berpengangan tangan dengan kekasihnya. Ah sedihnya melihat potret ini…mengutip ayat dalam Alquran:

Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, dan kaum keluarga kalian; juga harta dan kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-Nya.” Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasik. (Qs. at-Taubah [9]: 24).

Firman Allah di atas menunjukkan bahwa seorang Muslim wajib mendudukkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya pada urutan teratas. Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya ini sekaligus menjadi parameter untuk menakar kadar keimanan seorang Muslim.

Lebih dari itu, manisnya iman akan dirasakan seorang Muslim jika dia telah menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada ragam kecintaannya kepada sekelilingnya. Rasulullah Saw telah bersabda:

Ada tiga perkara, siapa yang memilikinya, ia telah menemukan manisnya iman:

(1) orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada yang lainnya;

(2) orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah;

(3) orang yang tidak suka kembali pada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.

[HR. Muttafaq ‘alaih].

Katakanlah, “Jika kalian benar-benra mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Qs. Ali-Imran [3]: 31).

Semua hamba-Nya berharap menemukan indahnya iman di jalan Islam dalam tataran hokum dan aturan yang telah ditetapkan Allah dalam Alquran dan as-Sunnah, yang menjadi landasan dalam berkehidupan.

Ya Allah, hamba-Mu yang penuh dengan ketidaktahuan ini mohon petunjuk-Mu, agar dapat kurasakan manisnya iman dalam pelukan Islam , dalam taburan Ridha-Mu. Amien

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

4 responses »

  1. Lion_king says:

    Subhanallah, semoga saya dimasukan dalam kategori orang yang dapat menikmati manis Iman………, amien

  2. indteacher says:

    Astagfirullah
    kadang saya masih sangat mencintai suami dari pada Pencipta saya

    salam kenal (thx)🙂

    –> kita masih harus banyak belajar mbak..makasi dah mampir, salam kenal juga

  3. Rofik Wec says:

    Subhanallah (Maha Suci Allah dari segala yang menyekutukan-Nya) Iman merupakan perkara yang pertama kali akan Qta pertanggung jawabkan Kehadirat yang Maha Pencipta (Allah SWT).Ya Allah luruskan Iman-Iman Kami jangan sampai Iman catat…. Selamatkan diri Kami dari pada Azab-Mu di-Dunia lebih-lebih diakhirat-Mu yang selama-lamanya. Sempurnakan Iman kami sebagaimana sempurnanya Iman para kekasih-kekasih-Mu(baginda Rasulullah SAW) dan para Sahabat Rasul-Mu.
    Istiqomahkan kami dalam Iman yang benar sampai Akhir Hayat Kami mampu Mengucapkan “Lailahaillallah Muhammadurrasulullah” dan kesankan kedalam Hati Kami.

    Buat Bu Indra doakan hamba yang penuh dosa ini semoga Allah SWT memberi keImanan Yang Benar…..

  4. Rofik says:

    Iman, perkara yang akan menyelamatkan diri Qta di-Dunia maupun Akhirat yang selama-lamanya(ada awal namun tidak ada akhir….)
    Ya Allah berilah hamba yang penuh dosa nie dengan Iman yang sempurna sebagaimana iman yang Engkau berikan pada Ambiak Alahis salam dan juga Rasulullah SAW serta orang-orang yang telah Engkau Ridhai sebagaimana Para Sahabat Rasulullah SAW….

    Buat Bu Indira .:: Doakan hamba yang penuh dosa ini agar Allah SWT memberi Iman yang benar(lurus)….
    Sehingga diakhir hayat Mampu mengucapkan Kalimat Iman “Lailahaillallah Muhammadurasulullah” dan hati nie membenarkan apa yang lidah ini Ucapkan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s