Pasti anda bertanya-tanya apa hubungannya antara memasak dan S2, sekali lagi jawabannya bukan “hubungan mereka baik-baik saja” (walaupun memang mereka baik-baik saja). Buat saya 2 hal ini mempunya hubungan sebab akibat (bahasa kerennya cause and result). Apa alasan dibalik hubungan sebab akibat antara memasak dan S2 ini?

Pertama! Saya 27 tahun tinggal bersama orang tua (jadi ketahuan dech umurnya…hehehe)😉 .

Kedua! Mama saya sangat pandai memasak, mulai dari makanan kecil sampai makanan besar, menu Indonesia sampai Sulawesi (eh…masih Indonesia juga yah) menu international maksudnya. Pokoknya masakan mama saya TOP BGT dech. Apapun bahan yang ada di kulkas bisa diolah jadi masakan yang mengundang selera (selera makan tentunya – bukan selera buat nimpukin).

Ketiga! Ini adalah effect dari mempunyai mama yang pinter masak, saya jadi tidak punya motivasi untuk belajar masak, karena sudah ada yang masakin (sama sekali bukan jiwa seorang guru — read: lack of learning motivation).

Keempat! Saat mama saya pergi menunaikan ibadah haji (moment yang tepat untuk mulai belajar memasak karena 40 hari tinggal sendiri), tante tetangga sebelah dengan baik hatinya mengantarkan makanan untuk saya setiap harinya😉 . Saat niat untuk belajar memasak datang situasilah yang tidak mendukung…hehehe.

Kelima! Kesempatan kedua datang namun sayangnya situasi juga sedang tidak mendukung. Untuk pertama kalinya saya akan mengalami yang namanya tinggal sendiri alias ‘kost’. Apa perasaan saya saat itu? Nervous sekaligus excited. Kenyataanya:

  • Saya Cuma kost selama 2 bulan (8 minggu lebih tepatnya)
  • Tidak ada dapur yang layak untuk memasak disana
  • Kegiatan saya penuh dari pagi sampai sore
  • Setiap akhir minggu saya menginap di rumah om yang istrinya sangat pandai memasak

Alhasil saya pulang ke Bali dengan kemampuan memasak yang masih pada taraf memasak nasi, air, mie instant dan telur ceplok.

Sepertinya lima alas an di atas sudah cukup menjelaskan kenapa saya belum juga bisa memasak padahal usia sudah masuk jenjang siap menikah (habis semua pria yang pernah dekat dengan saya selalu bilang “kalo saya butuh wanita yang bisa masak saya akan cari pembantu saja dan bukan cari istri” — sama sekali bukan statement yang mendukung niat belajar masak saya). Akhirnya tibalah saat saya harus benar-benar jauh dari orang tua dan warung tegal atau warung tenda. Bukan hanya menyebrang pulau, tapi menyebrang benua. Alhamdulillah akhirnya penantian 4 tahunku berbuah bahagia. Allah memberi jalan bagiku untuk melanjutkan study S2 ku di negeri kangguru. Kali ini bukan kost seperti waktu di Jakarta. Mau makan? Tentu saja harus memasak, kalo harus beli setiap hari…wah bisa protest dompet ini😉 . Akhirnya I’m in the right place in the right time. Secara otomatis aku belajar memasak learning by doing — ga pake teori langsung praktek aja. Minggu-minggu pertama masakan masih seputar telor ceplok, mie atau makanan kalengan. Berikutnya karena kangen sayur dan sebagainya, masakan semakin berkembang dan bahkan sekarang semakin kreatif😉 . Masakan seperti sup jagung, tahu atau telur balado sampai semur daging pun Alhamdulillah sudah bisa dibuat. Bahkan beberapa hari yang lalu saya berhasil membuat spaghetti, luar biasa rasanya kenikmatan menikmati masakan sendiri. Ternyata perjalanan memasak saya memang harus dimulai di Australia, saat saya menepuh S2. Saat kembali ke tanah air nanti, bukan hanya membawa gelas Master of Education (MEd), tapi juga master of cooking (MCo)😉 Amien…

Pelajaran yang bisa diambil:

  • Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai dan belajar
  • Kesempatan untuk belajar selalu ada, kadang kita yang tidak melihat atau menyadarinya
  • Saat jauh seringkali baru terasa betapa apa yang pernah disampaikan orang tua kita benarlah adanya (makasi Ma, yang ga pernah capek ngomelin Iin buat belajar masak)
  • Bisa masak itu enak euy!😉

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s