Aku bangun dengan enggan saat alarm HP ku berdering dengan kencangnya dan tidak mau berhenti sebelum aku mematikannya. Kusibakkan tirai jendela dan ahhh…gloomy sekali di luar, mendung menggantung dan saat kujulurkan kakiku keluar selimut angin dingin langsung menyergap. Aduh malasnya beranjak dari tempat tidur dan selimut yang hangat, tapi ada hal yang harus kukerjakan. Bergegas aku bangkit dan merapikan tempat tidur, membasuh muka dan gosok gigi kemudian menuju dapur untuk mengusir dingin dengan secangkir the hangat dan sepotong roti bakar. Mbak Erni (my housemate) sudah bangun juga dan bergegas mandi, selepas dia mandi akupun menyusul. Kubatalkan niatku untuk membasuh rambut dan menuntaskan mandiku dalam waktu 5 menit (don’t worry, sabunan dan gosok gigi kok). Jam 8 kamipun berangkat, eh btw belum aku jelaskan ya kemana sebenarnya kami pagi ini? Kami mau menonton pertandingan footy gratis🙂 Unity Cup yang diselenggarakan Essendon Football bekerjasama dengan Australian Federal Police (AFP), bertempat di Windy Hill (seperti namanya tempat ini benar-benar banyak anginnya). Ini adalah event multicultural yang mengusung title ‘a day of football and family entertainment’.

Kami sampai di Parliament Station kurang lebih pukul 9 waktu Melbourne dan menunggu kurang lebih 20 menit sebelum kereta yang akan membawa kami ke Windy Hill. Sampai di lokasi pertandingan, kami disuguhi pemandangan ‘serasa di timur tengah’. Rombongan orang dewasa dan anak kecil, laki-laki berjanggut lebat dan perempuan berjilbab beriringan menuju tempat pertandingan. Sebagian berasal dari Afghanistan, Albania dan Iran. Subhanallah di negeri ini aku masih bisa menemukan saudara-saudara seiman. Hiburan yang disediakan sangat bernuansa Islami, mulai dari nasheed (dilantunkan seorang muallaf yang masih sangat belia) sampai dengan kultum. Ada juga kesenian dari berbagai Negara termasuk Indonesia. Panitia menyediakan makanan halal secara gratis dan stadion ini dipenuhi orang dari berbagai Negara dan agama. Saat waktu dzuhur tiba, azan dikumandangkan dengan merdunya dan semua kegiatan dihentikan…Ya Allah betapa nikmatnya mendengarkan panggilan shalat-Mu. Tenda untuk shalat sudah disediakan, begitu pula tempat berwudhu. Di Negara dimana Islam adalah minoritas, dan ditengah acara yang melibatkan berbagai etnis dan agama…shalat tidak ditinggalkan..Subhanallah…Maha Suci Allah. Sedangkan di Negara kita sendiri dimana Islam adalah agama yang dipeluk sebagian besar penduduknya, shalat harus mengalah dengan acara rapat di kantor, meeting dengan clients atau makan siang diluar bahkan kemacetan jalanan…Shalat dianggap beban yang menganggu segala kegiatan duniawi. Tapi di negeri kangguru ini, bisa dibuktikan bahwa shalat tidak mengganggu kegiatan olah raga dan entertainment, bahkan bisa menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk disiplin sekaligus fleksibel (bisa shalat dimanapun termasuk stadion footy).

Volunteers yang tak henti memanggang sosis dan membagikan roti memakai kaos yang bertuliskan I’m proud to be an Australian Muslim….Ya Allah aku tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa kagumnya aku akan semuanya. Ada pula counter yang menyediakan buku-buku tentang Islam, yang tidak hanya dibanjiri umat Islam tapi juga warga Australia yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam.

Hal yang membuat aku semakin kagum adalah kebersamaan umat Islam di Australia dalam menegakkan Islam dan dakwah melalui berbagai kegiatan termasuk olah raga seperti ini. Adzan mengalun dengan merdunya, alunan nasheed terdengar begitu menyejukkan…Allah Akbar…Allah Maha Besar…terima kasih Engkau ringankan jalanku menuju stadion ini…menghibur diri sekaligus memperkaya keimananku….

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

3 responses »

  1. Mandriva says:

    Ternyata dunia ini kecil.
    BTW… maried kapan.. selak danaku gae persiapan ke bali ludes…..

  2. 1nd1r4 says:

    Sopo yo iki?

  3. Mandriva says:

    Sopo yo….
    Budhe manis nggak pernah pulang ke rumah mbah, jadi ya belum tau sama ponakannya yang cakep ini. Photo-photonya liat di friendster ya ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s