www.provincebicycle.com“Mimpi adalah bunga tidur” – mimpi sering dikonotasikan dengan tidur, apakah kalau tidak sedang tidur kita tidak bisa bermimpi atau mempunyai mimpi? Mungkin istilah yang dipakai sedikit berbeda, “Impian” ini barangkali kata yang lebih tepat. Tapi it’s just a matter of word, tapi mimpi atau impian inilah yang membuatku menempuh perjalanan menyebrangi benua dan meninggalkan (untuk sementara) orang-orang yang sangat kusayang.

Terlahir di keluarga yang sangat sederhana, papaku seorang pegawai negeri yang dengan sekian puluh tahun pengabdiannya mampu membawa tiga anaknya ke bangku kuliah (tentu saja dengan mama sebagai pendamping setia perjuangannya). Jika aku berpikir dengan sederhana, mungkin aku harus menghapus impian untuk melanjutkan studyku ke jenjang S2 di Negara selain Indonesia. Kasarnya, walaupun sudah menjual rumah, mobil, motor dan perhiasanpun tidak bakal cukup membiayai kuliahku di luar negeri. Tapi aku selalu percaya bahwa Allah akan memberi jalan buat umat-Nya yang mau berusaha. Sebuah mimpi akan tetap jadi mimpi selama kita tidak melakukan apa-apa untuk mewujidkannya – berdoa dan berusaha adalah pasangan yang tak terpisahkan.

Mimpi untuk mengeyam pendidikan di luar negeri sudah tertanam sejak aku kuliah dan aku bertekad tidak hanya menjadikan bunga tidurku. Pekerjaan apa yang harus aku miliki? Berapa gaji setiap bulan yang harus aku terima? Atau berapa lama aku harus bekerja untuk mewujudkan mimpiku? Semua pertanyaan ini berputar dalam kepalaku. BEASISWA – itu salah satu jalan untuk menggapai mimpiku. Aplikasi beasiswa pertamaku kukirim tak lama setelah kutamatkan study S1 ku. Masih dengan idealisme seorang fresh graduate, aku mengajukan program bidang bahasa Inggris (baca: applied linguistics). Akhir tahun 2003 aku menerima amplop putih kecil dari ADS menyatakan bahwa aku kurang beruntung tahun ini. Apakah aku menyerah dengan selembar surat itu? Tentu saja tidak, perjalanan ini masih panjang. Tahun berikutnya aku mencoba lagi, dan sekali lagi selembar amplop putih aku terima. Hal yang sama terjadi pada tahun berikutnya. Tahun ke empat (2006) aku sempat ingin menghentikan saja usahaku, tapi sebagian hati kecilku berkata “JANGAN!” Untuk keempat kalinya aku kirimkan aplikasi beasiswa ke ADS. Kali ini sebuah amplop coklat besar aku terima. Gemetar tanganku saat membuka amplop itu, bukan hanya aku tapi juga kedua orang tuaku. Tak sadar aku dan mama sampai melompat saat membaca bahwa aku termasuk satu dari 600 orang yang terpilih untuk interview. Dengan membaca Bismillah aku jalani interview itu dan berikutnya adalah test IELTS. Test itu ternyata diadakan satu hari sebelum hari pernikahan kakakku yang diadakan di Jogja. Aku sempat panic karena speaking test berlangsung lebih lama dari yang aku perkirakan. Aku tiba di bandara beberapa menit sebelum pesawat berangkat, dan ketika aku sampai itu adalah panggilan terakhir untukku. Alhamdulillah aku tidak ketinggalam pesawat.

Penantian 4 tahunku akhirnya terjawab, mimpi itu jadi kenyataan. Apa perasaanku saat tau bahwa aku salah satu dari 300 penerima beasiswa? More than words can say..all the feelings blended together. Melihat sinar kebahagiaan dan kebanggaan dimata kedua orangt tuaku membuatku semakin bersemangat. Satu mimpi kugapai, dan mimpi berikutnya sedang dalam proses menjadi kenyataan — “pulang dengan gelar master”.

“Sebuah mimpi akan tetap jadi mimpi,

jika kau tak berusaha mewujudkannya

jadi kenyataan “

P.S: Terima kasih buat orang-orang tersayangku yang selalu mendukung dan membuatku tetap bermimpi dan menjadikan mimpi-mimpiku kenyataan.

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

4 responses »

  1. ebesnganal says:

    mimpi….memang indah kalau dibayangkan…tapi tidak mudah untuk dibayangkan….mimpi orang boleh beda beda…barangkali ada faktor kesamaan dalam cara meraihnya, yaitu dengan uang… lantas! sekarang uang yang jadi kendala.
    problema yang sudah umum bahkan mungkin basi… uang selalu sebagai penentu, termasuk untuk menggapai sebuah mimpi.
    lantas sekarang bagaimana uang bisa membantu mewujudkan impian kita…
    disini barangkalai anda akan dibantu untuk mencari uang…http://uangpanas.com/?id=ebesnganal

    salam hangat.

    –> saya cari uang anget aja dech

  2. emang bener….. kita semua punya mimpi..
    mimpi disini bukan hanya sekedar bunga tidur..
    tapi mimpi untuk mewujudkan semua cita2 dan keinginan kita

    kita semua punya satu mimpi..,
    namun untuk mewujudkan satu mimpi itu kita musti mewujudkan banyak mimpi2 yang lainnya…..

    setuju ga??? hehehehe

    O.. iyah… aku adalah bloger baru..
    perlu banyak kritik dan saran….
    tolong kasih comentnya tentang blog aku ya!!! biar blog ku semakin berkembang….liat blo ku..!!
    “www.little-aristocrat,blogspot.com”

  3. Ghaane says:

    .. aq jadi terharu……….!!!
    kapan ya mimpiku terwujud…??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s