Selepas meyelesaikan kuliah S1 ku, Alhamdulillah aku tidak sempat menganggur. Selain masih mempertahankan part time job mengajarku, aku juga memperoleh pekerjaan tetap sebagai translator di sebuah tabloid wisata berbahasa Inggris (Bali Today). Gaji yang ditawarkan waktu itu RP 650,000 selama tiga bulan pertama, kemudian berikutnya akan menjadi Rp 800,000. Jumlah yang lumayan buatku yang seorang fresh graduate. Pekerjaannya cukup santai (kecuali detik-detik menjelang deadline) dan rekan kerjaku sangat cooperative dan kekeluargaan diantara kami sangat erat. Banyak yang aku pelajari saat bekerja disini, terutama tentang team work dan komitmen. Sayangnya management yang kurang terkelola dengan baik membuat usaha ini gulung tikar dan gaji terakhirkupun tak terbayarkan. Sebuah pelajaran penting tentang pentingnya kontrak kerja yang menjamin hak-hak pekerja bisa aku ambil dari kejadian ini.

Tak lama menganggur, aku memperoleh pekerjaan baru sebagai staf pengajar bahasa Inggris di sebuah lembaga pendidikan D1 di Denpasar (Wearnes Education Center). Bukan hanya pengetahuan bahasa Inggrisku yang bertambah (karena mengajar 4 jurusan yang berbeda — sekretaris, ekspor impor, informatika dan design grafis), tapi juga tentang computer, berorganisasi dan tentang berbagai sifat dan karakter manusia. Sungguh sebuah pembelajaran yang tak akan didapatkan di bangku formal kuliah. Lingkungan kerja sungguh jauh dari apa yang aku bayangkan saat kuliah. Bukan hanya sekedar datang ke kantor, tanda tangan absensi, mengajar dan kemudian pulang. Aku memilih untuk berkerja dengan hatiku, kalau mengukur kerja dan gaji yang diberikan makan akan kuhabiskan setiap jamku di kantor dengan mengeluh, tapi aku menikmati dan manyukai pekerjaanku dan itu yang membuatku tetap semangat melangkahkan kakiku ke kantor. Murid-muridku adalah semangat tersendiri buatku, melihat mereka mendapat sesuatu yang baru setiap harinya, membuatku terpacu untuk selalu belajar dan memberi yang terbaik untuk mereka. Dua tahun kuhabiskan di WEC dan pertengahan 2005 aku memutuskan untuk mengundurkan diri.

Kesempatan lain datang dan sebuah tantangan baru menanti. July 2005 aku diterima bekerja sebagai teacher assistant for special need students di Australian International School (AIS). Pengetahuan baru aku dapatkan lagi, bagaimana menangani anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti autisme, dyslexia, ADHD maupun hearing impairment. Pekerjaan yang penuh kesabaran dan sekali lagi aku begitu beruntung bisa bekerja dengan orang-orang yang sangat berdedikasi tinggi (read: Dwiga, Rima, Anas, Wayan, Fabi, Putu…miss u all). Pengetahuan yang kudapat disini juga yang membantuku mengenali gejala autisme pada sepupuku sehingga ia bisa ditangani lebih dini. Dua tahun aku habiskan disini, dan akhir 2007 aku mau tak mau harus mengundurkan diri karena study S2 ku. Dua tahun mungkin singkat, tapi ada begitu banyak cerita yang sangat berkesan buatku dan menjadikanku sosok yang lebih dewasa. Sekali lagi seorang Indira berjalan memasuki babak baru dalam hidupnya…

To be continued…

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s