Benar juga kata pujangga dan orang bijak “hidup ini seperti panggung sandiwara” . Seorang sahabatku lebih memilih menyebutnya panggung pewayangan. Ada banyak lakon yang dikendalikan oleh seorang sutradara atau dalang. Dalam hidup ini kitalah (read: manusia) lakonnya…pemainnya dan Allah adalah sutradaranya. Setiap individunya siap memainkan peran yang sudah diatur oleh-Nya. Bahkan satu orang bisa memainkan banyak peran – sebagai sosok ibu, istri, menantu sekaligus tiang rumah tangga. Kesuksesan kita dalam memerankan setiap lakon tersebut akan dinilai oleh Allah dan nantinya akan dianugrahi Piala Surga atau Neraka tergantung bagaimana kita menjalankannya. Semua insan terlahir dengan fitrah , dengan suci. Perjalanan waktu dan hiduplah yang membuat seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk, ini semua adalah pilihan anda sendiri. Selama masih ada niat dan tindakan nyata untuk menjadi lebih baik, Insya Allah akan ada jalannya.

Saya harus lebih banyak bersyukur, karena Allah sudah memberi berbagai peran yang begitu menyenangkan. Sebagai anak, aku berusaha berbakti pada orang tua. Ada hal dimasa lalu yang membuat mereka bersedih dan terluka, ada peran yang telah gagal aku mainkan…namun aku berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan itu dan memohon maaf untuk luka yang telah kutinggalkan. Sebagai seorang teman, ada kata dan laku yang tidak berkenan pada sahabat. Sebagai seorang kekasih, aku telah menyakiti seseorang tanpa kusadari. Selalu ada cacat dalam setiap lakon yang kita mainkan, ambil pelajaran dan jangan terulang. Syukur Alhamdulillah aku panjatkan pada Allah SWT yang sudah melimpahkan 28 tahun kehidupan yang begitu luar biasa. Diantara bahagia, senyum, tawa dan canda, Ia berikan aku duka, tangis dan air mata. Membuatku merasakan lengkapnya hidup sebagai manusia. Durasi sandiwara inipun sudah diatur, namun selama nafas masih dikandung badan, kita wajib berusaha untuk menjaga peran yang dititipkan pada kita sampai nanti tiba waktunya peran kita dihilangakan dari panggung dunia.

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s