“Makan yang pedas-pedas yah?”

“What? Jauh-jauh ke Aussie buat belajar merokok?”

“Cari kerja sambilan boleh In, tapi mbok ya jangan main debus.”

Ini malam terdingin yang pernah kurasakan sampai dengan 4 bulan keberadaanku di negeri kangguru ini. Kalau sebelumnya aku masih bisa tidur tanpa jaket dan kaos kaki, kali ini aku menyerah. Mungkin kalau teman-teman di Indonesia melihat penampilanku sebelum tidur, maka mereka mungkin akan menyangka aku mau pergi main ski😉 . Sungguh dingin ini datang pada saat yang kurang tepat (menurut aku tentunya), karena besok aku ada ujian (pasti anda berpikir, apa hubungannya dingin dengan ujian?). Ada 8 chapter yang harus dibaca (sudah kucicil sejak hari jumat, sabtu dan minggu), tapi masih saja belum selesai. Kalau sekedar membaca saja sich sehari juga selesai, tapi ini kan butuh pemahaman, bukan sekedar hafalan saja. Konsentrasi membacaku terpecah karena aku sibuk dengan rasa dingin ini…terutama kakiku yang rasanya sudah mati rasa, padahal aku sudah pakai kaos kaki (read: bought in Mangga Dua, harga murah, kualitas tak terjamin)😦 . Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan mondar mandir di kamar sambil tetap membaca buku. Bagaimana hasilnya? Dingin berkurang, tapi tak satupun yang kubaca melekat di kepala. Akhirnya aku memutuskan berhenti saja membaca, dan mengecek email. Ah..kebetulan seorang teman baikku di Jakarta sedang online (jeung mohon ijin sebut nama yah – Ninuk namanya). Aku curhatlah tentang rasa dingin dan bacaan yang berjibun. Respon Ninuk (sudah aku perkirakan): “Loe bakar aja tu buku trus sebar-sebarin abunya di kamar” (ada variasi jawaban, biasanya disuruh campur air terus diminum)😉 . Lumayanlah ngobrol sejenak dengan dia membuat aku lupa rasa dingin ini.

Wah sudah jam 11 nich, mataku menuntut untuk dibawa tidur. Dengan segala perlengkapan perangku (jaket tebal, penutup kepala, kaos kaki dan dua lembar selimut tebal…berangkatlah aku ke peraduan. Huwaaaa!!!!!!!!! Kasurku seperti habis disiram air es…dinginnnnn……Badanku tidak berhenti gemetaran sampai kurang lebih 10 menit. Tiba-tiba ada yang mengalihkan perhatianku…sepertinya ada kabut tipis disekitar wajahku – jangan-jangan ada setan lewat..hiihihihihihi. Ternyata setiap aku menghembuskan nafas lewat mulut, atau berbicara…mulutku mengeluarkan asap…eh..uap sebenarnya. Dalam hati aku berkata “wah keyennnnn….kaya’ di film-film barat…”. ..maklumlah aku datang dari Bali yang tidak mengenal hal-hal seperti ini (kecuali kalau mendaki gunung, mulut beruap di rumah..mana mungkin). Seperti anak kecil yang dapat mainan baru, aku sibuk menghembuskan nafas agar bisa melihat uap itu keluar dari mulutku..hiihihihih😉 . Setelah beberapa saat aku akhirnya bosan juga (habis tidak bisa membentuk uap tersebut – bentuk kelinci misalnya). Sampai detik aku mengetik tulisan ini, uap masih keluar dari mulutku….hihihi😉 .

NB: Please jangan comment yah, “udah mau ujian sorenya masih aja sempat posting tulisan di blog” – ini bagian dari stress removal effort kok….cheers😉

Picture: http://www.nyrealestatelawblog.com/Smoke.jpg

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s