Menanggapi komentar dari mbak Yulism yang merasa bahasa pada puisi-puisi yang ditulisnya masih plain alias datar (berarti ada yang cembung dong😀 ), atau si trendy yang sudah mencoba menulis puisi tapi merasa hasilnya aneh bahkan mbak nina yang merasa ga berbakat menulis puisi, kali saya akan mengupas sedikit tentang bahasa puisi dan makna dibalik penulisan sebuah puisi yang benar-benar berdasarkan pendapat dan pengalaman pribadi seorang Indira…halah…hiperbolisme sekali…yuuk mareeee…😀

Apa alasan anda menulis puisi?

Setiap orang pasti punya alasan tersendiri dalam melakukan sesuatu, nah begitu juga dengan menulis puisi. Namun ada sebuah kecenderungan menulis puisi untuk mencurahkan perasaan. Maka tak jarang puisi dikatakan refleksi perasaan si penulis terhadap dirinya sendiri maupun sekitar. Kalau saya pribadi menulis puisi tergantung mood dan perasaan, seringnya sich penggambaran peristiwa yang saya alami sendiri maupun orang lain dan suasana hati🙂 . Ada yang menggunakan bahasa tersirat maupun tersurat, tetapi pada akhirnya hanya si penulis sendiri yang tahu pasti apa makna dibalik puisi tersebut dan pembaca hanya bisa menginterpretasikannya. “Tapi saya ga punya alasan untuk menulis puisi” Alasan selalu bisa dibuat, masa bikin alasan nggak masuk sama bos di kantor jago, tapi alasan buat menulis puisi nggak bisa😉 . Alasan paling sederhana saja adalah KARENA SAYA INGIN BELAJAR MENULIS PUISI 🙂 iya kan? Tapi kalau ada merasa tidak perlu alasan untuk menulis, silahkan saja…tidak ada hukum yang mengatur hal ini🙂

Bahasa puisiku kok plain ya?

Bagaimana sich bahasa yang plain atau datar menurut anda? Buat saya tidak ada bahasa puisi yang seperti itu. Setiap kata apalagi kalimat dalam sebuah puisi mengandung kekuatan perasaan penulisnya. Pernah dengan istilah the power of words? Saya tidak malu mengakui bahwa saya bisa menangis-nangis Bombay kalau membaca buku yang sedih atau mengharukan, bisa ketawa ngakak kalau ada bagian lucu dalam buku yang sedang saya baca…itulah kekuatan kata dan tulisan yang bisa membawa pembacanya masuk ke dalam isi buku tersebut. Pesan yang ingin anda sampaikan lewat puisi tidak akan tertangkap pembaca jika anda sendiri sebagai penulisnya tidak percaya pada tulisan anda sendiri.

Apakah baru bisa disebut puisi jika bahasanya njlimet..halah bahasanya…atau tersirat dengan berbagai metáfora di dalamnya? Apakah baru bisa disebut puisi kalau bahasanya serupa puisi-puisi WS Rendra, Shakespeare atau Christina Rosetti? Tidak ada konvensi yang mengatur bahwa bahasa puisi harus mengikuti gaya menulis beliau-beliau tersebut walaupun ada puisi yang memiliki pattern/pola tertentu seperti Haiku, Cinquain atau Tanka. Ciptakan pola anda sendiri dan mulailah menulis…everybody is special and unique in his/her own way🙂 .

Puisi saya kok aneh?

Apa salahnya menulis puisi aneh? Puisi ajaib? Puisi nyleneh (aduh bahasa apa lagi ini)…puisi tak selalu penuh kata-kata cinta atau rayuan…setiap kata yang hadir dari lubuk hati penulisnya akan selalu merefleksikan keindahan dengan caranya masing-masing, tergantung bagaimana cara kita memandang keindahan tersebut…

Saya nggak bakat nulis puisi nich…

Apakah anda lahir dengan gigi lengkap? berkumis? berjenggot? dengan tinggi 180 cm? langsung bisa makan sate kambing dan lontong? Kalau ada yang meng-iya-kan pertanyaan diatas, saya mau lihat fotonya…hahaha😆 . Semua yang ada di dunia ini melalui yang namanya proses, begitu juga dengan menulis puisi. Kalau anda termasuk yang merasa tidak berbakat menulis puisi, saya sarankan untuk MENCOBA. Masih merasa belum puas dengan hasil tulisan anda? COBA LAGI. Bukan soal berbakat atau tidak, tetapi ada kemauan atau tidak.

Saya tunggu puisi-puisi kalian, semoga tulisan sederhana ini bisa membawa cerah di hati sahabat-sahabat virtuaku🙂

Pic: http://www.activelanguage.eu/pen%20and%20paper%200003.jpg

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

16 responses »

  1. Tigis says:

    gue jg terharu bisa nulis yg pertama nih. Smoga ga keduluan yg laen🙂

    –> hehehe..sama2 pertamax hari ini yah, kita kompak jga nich😀

  2. Tigis says:

    gue terus terang ga gitu jago nulis bahasa indah. Kalo pun terpaksa nulis puisi paling bahasanya yg apa adanya. Tp pernah jg sih pas dipaksa nulis yg puitis2x hasinya ga jelek2x amat:mrgreen:
    Tp emang bener, kalo hati lagi dipenuhi rasa cinta nulis2x yg beginian lebih gampang🙂

    –> hahahaha…kalau gw ga tentu, lagi sedih, senang, sakit…semua bisa dijadiin puisi…ngegombal jg gw pernah lwt puisi…heheheh😆

  3. b4df4c3isd13 says:

    pinginnya sih nulis terus … tapi gak pernah di proof … jadi putus asa dehhh …🙂

    –> komennya OOT sich seringnya

  4. suhadinet says:

    Siiip 1n, kamu punya bakat jadi motivator menulis.
    Saya mau nulis puisi juga nanti.😀

    –> ketularan kang achoy kali ya pak? hehehehe😀 asyik pak Suhadi udah kena virus puisi juga

  5. luck13y says:

    Ke.5 euy!! termenung aku membaca artikel Ini.. mengingatkan hobiku yang dulu ini.. saat dirinya masih bersamaku namun kini hilang terbang bersama seluruh rasa cinta dan ke romantisanku sehingga tak ada satu katapun yang dapat teruntai kini untuk kutuliskan apalagi kuresapi hingga sebuah arti kembali bersama satu bagian cintaku yang hilang😀 salam kenal ya!!

    –> ayo menulis lagi, cari alasan baru untuk menulis kalau ‘dia’ sudah tak lagi bersama dan tak lagi bisa hadirkan warna dalam untaian kata puisimu🙂 salma kenal sobat!

  6. yulism says:

    Mbak Indira, aku dah coba menulis puisi dan dengan PD nya hasilnya aku posting hari ini. thanks

    –> dah saya baca mbak…bagus kok, ga plain seperti mbak bilang sebelumnya

  7. Isnuyasha says:

    bingung kalo nulis puisi, kalo lagi niat malah jadinya seperti narasi ato deskripsi, hue😀

    –> jgn bingung2, ditulis aja yg ada dipikiran. Puisi ga mesti kalimat2 pendek kok…keep writing yah

  8. luck13y says:

    perlahan tp pasti hatiku mulai tersentuh (terpengaruh gt) untuk menguntai kata kembali!
    kusadari bahwa cinta tak harus diungkapkan hanya untuk kekasih apalagi yg sudah meninggalkan..
    nekad aj gt saya nulis puisi lg?
    tar kl udh jd ksh comment ya🙂

    –> seep…nanti saya baca dan kasi comment, puisi buat siapa atau apa saja kok🙂 ditunggu puisinya

  9. ariefdj™ says:

    Ingin ku gerakkan pena ku
    goreskan serpihan hati
    namun tetap saja ku tak yakin kan mampu
    menuliskan bait- bait puisi..

    …..wah.. susah ya nulisnya supaya gak ‘plain’..

    –> menulis dengan tangan, tapi jga penuh perasan mas…ini ga plain kok menurut saya🙂

  10. […] August 28, 2008 by luck13y Pada beberapa saat yang lalu saya melakukan blog walking. ada sebuah blog yang mengingatkan saya terhadap salah satu hobi saya yang karena beberapa alasan telah lama saya […]

  11. luck13y says:

    Akhirnya setelah lama berlalu jadinya juga saya menulis puisi lagi.. nih mba alamatnya disini dimohon kritik n sarannya😀

    –> Iya nanti pasti mampir..akhirnya dikasi juga url-nya😀

  12. bayu200687 says:

    mbak, mampir dunk, coba kasih komentar tuk puisiku…
    (mengharap mode : ON)😀

    –> iya nanti mampir Bay🙂

  13. bisaku says:

    Puisi itu ungkapan hati …
    Kadang bisa dimengerti oleh orang, kadang dimengerti dengan pengertian yang lain, kadang bahkan tidak dimengerti sama sekali …

    Tapi itulah indahnya puisi, karena 1001 kata bisa terwakilkan oleh beberapa bait puisi saja …

    –> seetuju banget mas🙂

  14. nina says:

    bener jg pendapat moe ttg bakat
    yg penting niat
    dan inspirasi yg tak mampet
    tak peduli orang berpendapat (^_^)

    –> betulllllllllllllllllllllllllllllllllllll

  15. […] yang saya dapat saat berkunjung ke blognya. dan salah satu artikelnya yang mengajak kita membuat puisi telah membangkitkan semangat saya untuk membuat puisi dan untuk pertama kalinya blog saya seputar […]

  16. wisnu says:

    salam kenal,ni kunjungan pertama saya ke blog ini,artikelnya lumayan bagus…aku tunggu kunjungan balik ke blog puisiku…gimana kalo kita tukar link?

    –> mkasi, boleh…nanti saya pasang link-nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s