Sebenarnya sudah lama download buku ini, tapi baru dibaca beberapa hari yang lalu. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari buku sederhana namun bermakna luar biasa ini dan saya akan membaginya dengan sahabat semua. Cerita dalam buku yang berjudul The Place Called Zero ini didasarkan pada sebuah kisah nyata. Tokoh utama dalam buku ini adalah seorang laki-laki bernama Jonathan. Sejak bertemu pacarnya, Nicole, karirnya yang cukup berhasil dalam internet marketing business porak poranda dalam waktu 6 bulan saja. Mengapa bisa demikian? Karena mereka menghabiskan banyak waktu di night clubs, makan di luar, berpesta dan jalan-jalan sehingga Jonathan mengabaikan bisnisnya.

Dunia Jonathan seperti berbalik 180 derajat saat Nicole meninggalkannya karena laki-laki lain. Ia menelan lima butir pil tidur dan tak sadarkan diri selama sembilan jam tepat di malam Natal 2004. Dia terbangun dengan sakit kepala yang hebat dan memutuskan bahwa hidup harus terus berlanjut, ia tidak bisa tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan. Tapi segala hal yang ada dalam apartemen mengingatkannya pada gadis itu. Akhirnya Jonathan memutuskan keluar untuk sekedar menghirup udara segar.

Jonathan menikmati dinginnya udara musim dingin dan memutuskan untuk duduk sejenak di bangku taman. Tak lama berselang, datanglah seorang laki-laki muda yang dari wajahnya sepertinya berasal dari Asia selatan. Laki-laki itu kemudian duduk disebelah Jonathan dan tiba-tiba berkata:

“You know, it’s amazing how a lot of wonderful things can happen when you are at zero”

Jonathan tak mengerti maksud perkataan laki-laki tersebut. Ia memandangi sosoknya yang tampak biasa-biasa saja, hanya saja ketika Jonathan menatap mata laki-laki itu, it was as if he was not looking at him, he was looking at his soul. Laki-laki itu melanjutkan ucapannya dan menjelaskan pada Jonathan bahwa yang ia maksudkan dengan perkataannya adalah:

“Zero is where you have nothing more to loose. It’s the edge. People go to the edge to either fall or die or to learn to fly. And it seems to me that you are not dead.”

Maksudnya adalah saat seseorang tidak punya apa-apa lagi yang bisa dikorbankan, ia berada pada titik ujung dimana ia bisa memilih antara jatuh dan kemudian mati atau belajar untuk terbang. Sepanjang nafas masih dikandung badan, kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya.

Mendengar perkataan laki-laki tadi entah kenapa Jonathan merasa kesal. Pikirnya siapa pula laki-laki itu sehingga begitu sok taunya berkomentar tentang dirinya. Ia berpikir apakah penampilannya begitu kacau sehingga orang bisa membaca apa yang sedang dialaminya. Tak lama kemudia laki-laki tadi berkata lagi:

“If you have lost someone, don’t blame her. You have created your own reality.”

Saya mencoba melihat pada diri sendiri, dan perkataan laki-laki itu ada benarnya. Seringkali kita menimpakan kesalahan pada orang lain atas sesuatu yang menimpa kita. Misalnya: aku jadi sakit setelah kamu memutuskan hubungan kita atau lihat nich, aku ga nafsu makan gara-gara kamu meninggalkanku dan menikah dengan duda kaya itu. Siapa suruh tidak menjaga kesehatan? Siapa suruh nggak makan? Nggak ada kan? Pikiranmu sendirilah yang menciptakan semua situasi dan kondisi tersebut. Daripada sibuk menyalahkan sekitar, kenapa tidak mencoba mencari akar permasalahan dan pikirkan jalan keluarnya. Yakinlah bahwa tidak ada masalah yang tanpa jalan keluar🙂 .

Perkataan ini membuat Jonathan seperti ditelanjangi dan iapun semakin kesal. Bagaimana mungkin lelaki yang tidak dikenalnya sama sekali mengetahui semua yang terjadi padanya. Laki-laki itu bukan dukun atau paranormal, jawabannya pada Jonathan sederhana:

“I don’t know anything that you are not communicating yourself. I’m just reading all that you are writing.”

Yups, benar sekali jawaban si laki-laki. Kita sendirilah yang seringkali tak sadar bahwa telah ‘membuka’ cerita tentang apa yang sedang terjadi pada kita. Bagaimana caranya? Lewat bahasa tubuh, tatap mata, ekspresi wajah dan sebagainya. Jadi jangan buru-buru geer kalau ada cowok yang bilang “sepertinya kamu sedang sedih, mungkin kamu mau berbagi denganku?” banyak dari mereka hanya tebak-tebak buah manggis dan mengandalkan ekspresi wajahmu yang memang jelas kelihatan sedih. So, girls…waspadalah…waspadalah!:mrgreen: .

Bersambung

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

9 responses »

  1. […] sedang jalan-jalan membaca blog lain, menemukan sebuah tulisan dari blog dunia kecil dengan judul The Place Called Zero  (1) dan ( 2 ). Ketika saya membaca postingan ini, seakan digampar dan diingatkan bahwa kita terkadang […]

  2. bah… ko juma Girls sih… koq nggak ada… Man… Be carefull, Although She is Charming to You… wait and see the next Venom come through…. he..he..he…

  3. yulism says:

    Sepertinya menarik mbak Iin bukunya, memang segala hal itu terjadi sebagian besar karena andil diri kita sendiri. Dan biasanya menyalahkan orang lain lebih mudah dari pada introspeksi. Thanks sudah sharing.

  4. eeta says:

    Menarik.. Mang enak klo nyalahin orang laen, pdhal klo lebih intropeksi diri2.. Bnyak kesalahan dalam diri

    Lanjut mba..😛

  5. suhadinet says:

    Menggugah… Menemukan titik balik untuk bangkit dari kejatuhan tidak gampang. Tapi, ternyata semuanya ada di tangan kita. Kitalah yang memutuskan, apakah kita mau bangkit atau makin larut dan tenggelam.

  6. Farrel says:

    Saya jadi ingat mata kuliah personality development : Janganlah menilai orang asing terburu2. Dekati dan pelajari dia…

  7. Tigis says:

    gue suka rasanya berada dlm posisi got nothing to loose. Semua beban seolah lepas dr pundak. Mskipun kadang ngrasa bhw posisi itu jg bisa berarti gue kehilangan sesuatu yg berharga.

    Anyway, koq ga ada ya ce yg nawarin share hanya ngeliat raut muka gue:mrgreen:

  8. Silverf0x says:

    that’s why i used silverf0x, not silverfox. To remember that everything begins from zero and any time can be zero again if you not be carefull.

  9. Mr D says:

    Ketika asyik sedang browsing.. eh terdamparlah aku disini.. hingga melihat tulisan

    “sepertinya kamu sedang sedih, mungkin kamu mau berbagi denganku?” banyak dari mereka hanya tebak-tebak buah manggis dan mengandalkan ekspresi wajahmu yang memang jelas kelihatan sedih. So, girls…waspadalah…waspadalahsepertinya kamu sedang sedih, mungkin kamu mau berbagi denganku?” banyak dari mereka hanya tebak-tebak buah manggis dan mengandalkan ekspresi wajahmu yang memang jelas kelihatan sedih. So, girls…waspadalah…waspadalah?

    kalau kulihat seperti bulan May… be ..
    btw it’s a nice blog…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s