Sarapan jajé laklak

Hari kedua aku dan Dwiga di Singaraja diawali dengan sarapan pagi jajanan khas daerah ini yaitu jajé laklak (jajé = kue). Kue berbentuk putih bulat yang terbuat dari tepung beras itulah yang disebut laklak. Jajanan ini dilengkapi dengan ketan hitam, lupis (kue berbentuk segi tiga yang terbuat dari ketan), kelapa dan gula merah. Bagaimana rasanya? ENAKKKK!!!!😀 . Seporsi seperti di foto ini harganya Rp 1500, tidak mahal kan? “Memangnya cukup ini sarapan itu doing?” . Hahaha…..you know me so well, guys😆 , setelah seporsi laklak, dilanjutkan dengan sebungkus nasi kuning:mrgreen:

.

jaje-laklak

Sesi berenang di Air Sanih

Pagi-pagi begini (apalagi setelah semalaman anyang-anyangan😦 ) enaknya pergi berenang deh. Setelah mengisi perut, kamipun berangkat ke pemandian mata air alami Air Sanih yang terletak di daerah Kubutambahan. Terakhir kali kemari usia saya baru 5 tahun😀 , dan kenangan mandi di air jernih yang menyegarkan selalu melekat di ingatan saya. Pemandian ini berjarak kurang lebih 20 km dari kota Singaraja dan bisa ditempuh dalam waktu ± 30 menit dengan kendaraan bermotor. Tiket masuknya juga sangat terjangkau, yaitu Rp 3000. Apa yang unik dari pemandian ini? Pertama, dasar kolamnya adalah bebatuan. Kedua, airnya berasal dari mata air alami yang bebas kaporit. Ketiga, sambil berenang kita bisa menikmati pemandangan pantai. Ada dua kolam pemandian, untuk anak-anak dan orang dewasa. Begitu masuk ke dalam kolam, sensasi mata air alami terasa begitu menyegarkan tubuh kami. Meskipun tak memakai kaca mata renang, mata kami tak perih sama sekali karena air yang bebas obat.

kolam1

kolam-2

kolam-3

iin-berenang

Setelah beberapa saat berenang kesana kemari (dan foto sana sini), kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sepanjang pantai (tetap diikuti dengan sesi foto). Sapuan angin pantai menyegarkan wajah dan tubuh kami yang masih basah. Kalau pantai Kuta, Sanur atau Nusa Dua sudah dipadati wisatawan yang berjemur dan pedagang souvenir, di sepanjang pantai berpasir hitam ini kita hanya dapat menemui perahu nelayan, pohon kelapa dan rerumputan. Rasanya tenang sekali bisa duduk diatas batu menikmati hembusan angin pantai.

pantai

pantai-2

iin-di-pantai


di-atas-batu


Puas berenang dan berfoto (teuteup😀 ), kamipun kembali ke kota Singaraja untuk…untuk apa teman-teman? Yaaa…..anda benarrrr!!!! MAKAN SIANG!😀 .

Makan siang di Bi’ Juk

Eka membawa kami makan di Warung Muslim Hadijah atau yang lebih dikenal dengan Warung Bi’ Juk yang berlokasi disebuah gang kecil di seputaran Jalan Hasanuddin. Walaupun menunya biasa saja, warung ini sangat terkenal sampai-sampai ada pembeli yang khusus datang hanya untuk makan disini kemudian kembali lagi ke Denpasar. Warung Bi’ Juk dibuka sekitar jam 10.00 dan tak sampai jam 3 sore makanan sudah tandas. Menu makan siang kami adalah nasi dengan lauk rawon, rendang dan paru goreng dan minumnya es bir. Tunggu dulu teman, jangan keburu kaget…”wah Iin ternyata minum bir juga” 😀 . Yang disebut dengan es bir di Singaraja adalah air kelapa muda yang disajikan dalam gelas besar seperti gelas bir. Rasanya segar sekali setelah berenang kemudian menyantap makan siang dilengkapi dengan segelas es bir yang maknyossss🙂 . Harganya? Tak sampai Rp 15.000 total semuanya. Selepas makan kemana lagi? Pulang dan tidur siang sejenak…hehehe…what a beautiful life🙂 .

warung-nasi-hadijah

inside-the-warung

nasi-bi-juk

es-bir


Kunjungan ke Wihara

Karena besok pagi kami berencana melihat dolphin di pantai Lovina, maka malam ini kami akan menginap di hotel. Walaupun masih dalam suasana Natal, banyak pilihan hotel menawarkan harga yang bersahabat dengan kantong kami. Pilihan jatuh pada Hotel Rani, dan kami memilih kamar dengan double bed non-AC yang dihargai Rp 150.000 plus breakfast (hari biasa bisa dibawah ini). Kamarnya luas dengan tempat tidur yang nyaman, kamar mandi dalam, teras dan kipas angin.

kamar-tampak-depan

kamar-hotel

Setelah meletakkan barang di hotel, kami diajak Eka mengunjungi sebuah wihara yang berlokasi di Banjar Tegeha, Banjar. Brahmavihara – Arama ini bisa dicapai dalam waktu ± 20 – 30 menit berkendara dari Kota Singaraja. Walaupun ini adalah tempat persembahyangan bagi umat Budha, tapi bangunannya sangat kental dengan pengaruh arsitektur bergaya Bali. Pintu gerbang (gapura) masuknya serupa dengan pura dan juga dihiasi patung batu khas Bali. Di dalam kompleks wihara ini terdapat banyak tempat pemujaan, replika hutan Uruvela, genta raksasa dan miniature candi Borobudur. Dari atas tempat ini kita bisa melihat pemandangan Singaraja yang dikelilingi bukit dan pantai, sungguh luar biasa. Puas berkeliling, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, jadi sangat disayangkan perjalanan ke pemandian air panas Banjar terpaksa harus dibatalkan. Berikutnya kamipun…kemana? Yaaaaa….lagi-lagi anda benar, MAKAN MALAM!😀 … “hmmm…terlalu dini ya buat makan malam?” gpp deh, abis perut dah minta diisi neh.

pintu-masuk-wihara

gerbang-wihara

tangga

genta-raksasa

hutan-uruvela

patung-buddha-2

depan-patung-buddha1

patung-buddha

kompleks-wihara-tampak-atas

kolam-teratai

replika-borobudur

depan-replika-borobudur

pemandangan-laut-dari-atas

gaya-dikit-boleh-dong

Makan malam dengan ikan bakar

Mampir di warung ikan bakar pinggir jalan. Papan nama warung ini bikin kami senyum LIA – Warung Muslim Spisial Ikan Bakar😀 , tulisan SPISIAL itu loh…hehehe. Aku pesan ikan kerapu bakar dan paket lengkap nasi, plecing kangkung sampai sebotol air mineral dibandrol Rp 14.000…murah kan? Pokoknya puassssssssssssssss😀 .

ikan-bakar-lengkap

bergaya-sebelum-makan

pemandangan-di-belakang-warung

pemandangan-depan-warung1

Sampai di hotel, niatnya sih langsung tidur…tapi kami tipe yang nggak bisa tidur tanpa sikat gigi terlebih dahulu. Parahnya kamar ini tidak menyediakan toiletries, jadilah kami menunggu hujan reda kemudian berjalan kaki ke warung kecil sekitar hotel untuk membeli pasta gigi. Oke, beres sikat gigi…apa bisa langsung tidur? Tentu saja tidak, karena Dwiga harus melakukan ritual mencari posisi tidur yang nyaman. Lama nggak? Lamaaaaaaaaaaaa…….😀 .

Bersambung – Bike riding to Singaraja (Day 3 – the last day)

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

11 responses »

  1. Humorbendol says:

    Wiiih….senengnya yang lagi liburan. hehe…
    Btw, beneran dah gosok gigi ta?
    hehehe….met berlibur ya….

  2. daffa says:

    wooouuweww… cantiknya tante Indira….
    woouuww…. indahnya Baliku, tapi aku belon pernah kunjungi dikau Bali, cuman baru ngintip aja lewat cameranya Nte Indira. pengen nian aku injakkan kakiku di tanah mu,… semoga kelak bisa jadi kenyataan, akankah?….

  3. anny says:

    Kulinernya bikin aku ngiler nih🙂

  4. wi3nd says:

    viewna mantaabbb..!!
    bali man9 9a aDa matine heehhe

    –> emberrrrrrrrrrrrr

  5. marshmallow says:

    duh, banyak banget acara makannya. minta ampun deh, aku drooling, nek!

    tadi hampir salah baca, kirain berenang di kolam air seni, in. secaraaaa ya, bo… bali itu kan banyak pengrajin seni. huehehe… jaka sembung bawa golok deh.

    –> hahahaha….iin tanpa makan tidaklah lengkap😀 . Huwaaa…..mandi di air seni? pesing dong….wakakaka😆

  6. jeunglala says:

    In….

    kalau mbak Marshmallow salah baca..
    aku hampir aja salah liat..

    itu Iin… apa ikan duyung???
    wekekeke…

    –> hehehe…suka gitu deh….lebih tepatnya putri duyung yang cantik nan seksi *ditimpuk karang*😀

  7. bujanglahat says:

    Wah…. asyik tuh jalan2 nya….. jadi pengen

    Btw… buat mBak Indira… salam kenal ya… salam hangat dari Bumi Seganti Setungguan…🙂

    –> 🙂 salam kenal juga, makasi sudah mampir

  8. Tigis says:

    yg bikin seneng hotelnya. Suasananya rumah banget. Ada terasnya pula. Kyknya itu lebih mirip nyewa villa satu kamar ya In🙂 waduh ikan bakarnya bener2x bikin air liur keluar. Kyknya besok2x gue kudu coba goreng nih yg versi gampang🙂

    btw, itu mandinya pake baju ga sih In:mrgreen:

  9. fahmi says:

    adduh….senangnya. jadi ingat kampung halaman. aku boleh minta foto-fotonya ya. utamanya foto warung nasi Bik Juk.

  10. pura says:

    uhhh bagus bangt… murah lagi… mau donk dibagi infonnnyyyyya…. makasiiiihh ^^

  11. susanto says:

    Kerajinan Patung Budha galeh copper, Dari Boyolali Jawa Tengah indonesia, dengan berbahan dasar tembaga kuningan dan alumunium, berbagai macam bentuk dan ukuran patung kami siap memproduksinya, untuk minimal ukuran yaitu tinggi 25 cm dan untuk maksimal kami tidak ada batasan maksimal ukuran. hubungi susanto (pengrajin dan juga pemilik) dengan nomor telepon 085 711444000/08122647040atau0276323440.email:galeh_art@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s