Tanggal 27 – 30 Desember kemarin diadakan BRAGA FESTIVAL yang bertempat di sepanjang Jl. Braga – Bandung. Festival ini diadakan dengan tujuan menghidupkan kembali daerah Braga yang sempat sangat populer di kalangan wisatawan local maupun international pada jamannya.

Menurut iklan dan berita yang saya baca di Koran local, melalui festival ini pengunjung bakal bisa melihat wajah Braga ‘tempo doeloe’ …. Kata iklan dan Koran lohhhh….bukan kata saya:mrgreen: . Masih menurut berita di Koran, festival ini akan diisi dengan berbagai pagelaran kesenian daerah, khususnya kesenian tatar Sunda. Tapi ternyata eh ternyata…kenyataan tidaklah sesuai gembar gembor iklannya. Tak banyak atraksi kesenian yang ditampilkan, bahkan menurut saya festival ini lebih mirip pasar kaget di Gasibu setiap hari Minggu karena sebagian besar stand yang mengisi event ini adalah stand makanan dan pakaian (bahkan ada stand pembalut wanita??? sayang saya lupa mengecek apakah pembalut wanita itu dulu banyak dijual di daerah Braga pada jamannya😀 ).

Tujuan awal Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kota Bandung megadakan festival ini adalah untuk menggairahkan kawasan Braga sebagai salah satu tempat wisata. Tapi menurut saya…event ini lebih tepat sebagai sarana untuk menggairahkah selera makan pengunjung. FYI…bahkan saya yang sedang terjangkit morning sickness ini bisa melahap sosis panggang segede gaban yang banyak dijajakan disana. Buat saya untuk katagori makanan camilan, harga sepotong sosis ini ‘agak’ mahal…Rp 10,000 (tapi alhamdulillah kakakku tersayang yang bayarin…hehehehe).

Sebagai masukan buat pelaksanaan festival tahun depan, ada baiknya jika setiap tahun dipilih sebuah tema khusus untuk Braga Festival sehingga stand dan acara yang meramaikan event tahunan ini menjadi lebih jelas dan terarah dan sesuai dengan tujuan awal pelaksanaannya yaitu ‘menghidupkan daerah Braga sebagai tujuan wisata.’ Saya percaya dengan konsep dan persiapan yang lebih baik dan matang Braga Festival bisa menjadi event yang dinantikan sekaligus magnet untuk menarik lebih banyak wisatawan asing untuk berkunjung ke Bandung seperti halnya Pesta Kesenian Bali.

Braga memiliki daya tarik tersendiri dengan masih bertahannya bangunan kuno dengan arsitektur Eropa yang memang sedang popular pada jaman itu (1920 – 1940-an). Arsitektur Eropa itu bisa dilihat pada beberapa bangunan seperti pertokoan Sarinah dan Gedung Merdeka.

So…ini PR tambahan buat penyelenggara Braga Festival tahun depan. Semoga saya benar-benar bisa melihat wajah Braga tempo doeloe saat mengunjungi Braga Festival tahun depan…SEMANGAT!

Beberapa foto yang diambil saat berkunjung ke Braga Festival:

Dan ini foto narsis kami (minus my hubby yang anti-foto):mrgreen:


About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

15 responses »

  1. Catra says:

    amankan posisi awal dulu🙂

    bdw, mbak indira datang juga ya braga festival. hehe
    foto orang makan uler kok gak ditampilin?:mrgreen:

  2. nh18 says:

    Ah akhirnya kamu posting juga Ind …
    Ini postingan pertama dari Bandung nih …

    Braga Stone itu masih ada nggak ya ?
    Kamu tau kan Braga Stone Ind ???
    Saya belum pernah mendengarkan langsung soale …

    Eniwei …
    Selamat Tahun Baru
    Semoga Sukses dan Bahagia selalu …

    Salam saya

  3. kalau ke bandung blue mampir y
    salam hangat dari blue

  4. dian says:

    heuhehehehe foto siapa tuh yg pake baju pink? lucu banget🙂

  5. Eru says:

    Hmm, kalau melihat fotonya sih ga kerasa tempo dulunya😛 kurang kerasa semangat temp doeloenya😀 mestinya orang2 yang dateng sama stand-stand juga mesti dikasi dress-code tertentu kali ya?

    I miss Bandung so baaaaaad😀 *curcol*

  6. Waduh…
    asyik bgd uy klo bisa kesitu…😀

    Salam dangdut…

  7. NaiCanA says:

    bagus photonya jd pgn ke braga festival x)

  8. hedi says:

    pasti beda donk …. antara gasibu dan braga, tapi tetep menikmati suasana braga festival kan ? ….

  9. anny says:

    Pingin kesana tapi gak sempat mulu In, oh ya Iin udah pake jilbab tambah cuantikkkkk😀

  10. wi3nd says:

    belon kesampean ke bara9anya ind..

    yan9 ajdul jadul ituh yan9 pake baju zaman dulu yah ind? masih nyimpen ajah bajuna😀

  11. Huang says:

    unik ya bentuk festivalnya, dan berciri khas kalo aku lihat dari foto-fotonya. ada eyang2 yang masih eksis gitu. hehe..

    btw mbak,, kami udah punya ponakan belum? :p

  12. Nug says:

    Itu acara yang diadakan oleh anak2 motor bukan ya? Aku mampir tuh dan sepertinya familiar dengan Foto pertama (orang tua dgn pasangannya, lalu mereka menari dijalan). Let me check my file. Jangan2 ada fotomu disana. Hahaha..😀

  13. Tigis says:

    gue demen bgt tuh model2x yg meragain gaya jaman belanda. Jd inget pilem2x perjuangan:mrgreen:

    btw, foto sosisnya mana In?

  14. antown says:

    jiakakaka, syaa suka foto paling bawah, rasanya pingin niru aja hehe

  15. Salam kenal dari Agro Buah
    Aku senang bisa komentar di sini, suatu kehormatan bagi kami jika di perkenankan membaca dan mendapatkan ilmu dari anda.
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s