Disclaimer:

Tulisan ini dibuat untuk berbagi dan pembelajaran bersama, tidak bermaksud memojokkan kaum pria atau para suami. Kebetulan saja contoh kejadian didapat dari curhat para istri. Let’s see the brighter side of the writing🙂

Istri             : bisa tolong pindahin meja ini, hun ?

Suami         : tar

Istri             : kalau pakaian sudah kotor dan mau dicuci bisa nggak ditaruh di ember cucian, jangan digantung aja di kamar

Suami         : O…iya…lupa…maaf…taruhin dunk say

Istri             : Baju ini masih mau dipakai lagi atau dicuci ? Kok ditaruh di lantai ?

Suami         : Mau dipakai lagi (posisi tidak berubah, masih manteng depan laptop)

Istri             : katanya mau ke bengkel ? kok masih internetan ajah

Suami         : tar

Istri             : kalau selesai baca Koran bisa ga dilipat trus ditaruh yang rapi, jangan berserakan di lantai

Suami         : ya maaf….lipatin dunk (wajah tidak berpaling dari monitor laptop)

Sepuluh kali diingatkan, dan sepuluh kali pula kejadian diatas berulang. Mungkin kejadian-kejadian di atas sering dianggap hal sepele, namun jika dibiarkan akan menjadi pemicu masalah dalam hubungan suami istri. Tak jarang alasan yang disampaikan adalah “Aku ya memang begini sejak dulu” atau “Lupa…” atau “Merubah kebiasaan kan ga bisa sekejap” atau yang lebih parah lagi “Beresin aja bisa kan, ga usah ngomel-ngomel” (padahal sang istri sudah mengingatkan dari nada paling halus sampai nada 10 oktaf saking seringnya).

Apakah semua hal diatas adalah incurable bad habits (kebiasaan buruk yg tidak tersembuhkan) atau memang si empunya being ignorant (tidak peduli) dengan kebiasaannya. Saya selalu percaya bahwa perubahan itu mungkin adanya sepanjang ada kemauan, dan dukungan positif dari sekitar akan jadi factor pendukung…ingat ya hanya factor pendukung, karena inti dari sebuah perubahan adalah dari diri sendiri. Saat menikah, maka kita seperti berlayar dengan perahu. Nahkoda dan awaknya harus kompak, jangan sampai yang satu mendayung ke utara, satunya lagi mendayung ke selatan. Adaptasi dan kompromi adalah wajib hukumnya. Satu hal lagi yang penting adalah mutual understanding.

If you do care about your relationship and your partner, do consider their advice or thoughts. Kebiasaan buruk yang terbawa sejak sebelum menikah, pasti bisa diubah walaupun pastinya membutuhkan waktu. Determination, understanding plus love will help you go through the process🙂 .

About 1nd1r4

Kuhabiskan masa kecil hingga dewasa di Bali, the Island of Paradise....hidup dengan mengikuti alir yang ditentukan yang Maha Kuasa...what I want is just TO BE HAPPY!

19 responses »

  1. Bintang says:

    Asyik Pertamax!!! Waw, itu curhatan diri sendiri atau mewakili para istri ya??? (naruh telunjuk di jidat tanda mikir)

    Tapi, bagus lho tulisannya, menyadarkan kami para kaun pria bahwa kadang2 kami terlalu egois, dan kurang care sama pasangan, apalagi jika sudah berkaitan dengan satu kata yaitu HOBBY. Gak tau sih, ini emang udah bawaan dari sono atau gimana? Ada yg bilang, laki2 itu anak2 yg terjebak dalam tubuh orang dewasa. Yah, mudah2an tidak 100 % benar.

    –> hehehe….curhatan para istri mas. Bukan menghakimi, cuma sharing ajah…

  2. heuheuehue

    kok kayaknya kenal sama isi tulisan ini ya?

    –> hahahaha😀

  3. Ade says:

    Postingan ini mewakili isi hati gw nih hehehe😀

    –> heuehehe…sama dunk uni😛

  4. ardianzzz says:

    heheh, jadi inget. cewe gw pernah ngambek & nangis gara-gara tak tinggal ngenet seharian..
    wkwkwk…

    –> heheh..ternyata yg masih pacaran juga ngalamin yah:mrgreen:

  5. Huang says:

    jadi inget iklan teh sariwangi. coba mbak diajak duduk bareng sambil nge teh. hehehe

    –> sambil ngeteh dan makan pisgor ya huang?😀

  6. yanrmhd says:

    selama ada usaha dan kemauan pasti bisa dirubah,
    yg penting…keep try,,:mrgreen:
    –> Insya Allah🙂

  7. nh18 says:

    Jelas sudah …
    Itu Tidak Pedulian …, Tidak Care …
    dan sangat tidak menghormati …

    Lap Top (atau apapun pelariannya) … ternyata lebih penting dari segalanya …

    Mudah-mudahan saya tidak demikian
    terima kasih telah mengingatkan …

    Salam saya Indi
    Apa Khabar

    –> hehehe..sabar om🙂 … semoga kita semua dijauhkan dari sifat2 yg kurang baik, amiin. Alhamdulillah kabar baek om…

  8. Erly says:

    Remember, men and women came from different planets. Men from mars and women from venus, so they actually speak different language while they’re think they have the same language. That’s why it’s so frustrating :p

    –> But I do believe that those habits are curable, it just depends on the person…whether he wants the changes or not….we all come from the same planet I believe🙂

  9. warm says:

    mungkin
    cara lain untuk bermanja2 dgn istri

    atau

    malas yg mengkristal 😀

    ahh lama gak kesini euy,
    maaf ya😐
    –> halah..bermanja2 pake bikin istri kesal…saya sih setuju dengan perumpamaan malas yg megkristal…hehehe…gpp..saya juga minta maaf jarang mampir🙂

  10. achoey says:

    aku ingin menjadi suami yg baik
    yang penuh kasih sayang dan perhatian
    yang menjadi suami siaga😀

  11. achoey says:

    Lama gak bertukar sapa ya🙂

  12. anny says:

    He..he…..padahal kerjasama dalam rmh tangga bisa dimulai dari hal kecil seperti cuplikan dialog diatas ya? dengan para suami melakukan hal kecil aja udah sangat membantu tugas istri dirumah yg tak kalah riweuhnya😀

  13. wah nanti kekasih blue ikutan curhatan juga tidak y………..heheheh
    p cabar
    salam hangat dari blue

  14. Cerita yang menarik, adakalanya memang suami bersikap begitu agar lebih diperhatikan……………

  15. Nug says:

    Istri : Udah mau tidur kok gak masih pakai baju kerja, hun ?

    Suami : Biar efisien, besik sekalian dicuci

    Istri : Duh, itu nyimpan sepatu kan bisa dirak sepatu, hun ?

    Suami : Iya say, tar ya (lanjutin nonton bola)

    Istri : Udah tinggal 5 menit mau ke kondangan belum mandi juga sih, hun ?

    Suami : tenang aja, aku mandinya cepet kok (masih mantengin laptop..)

    Lama gak berkunjung kesini dan TERSENYUM LEBAR disambung NGAKAK😀 saat membaca kisah sejuta istri ini. Hahaha…

    Maaf Indira, ini cuma ngetawain diri sendiri (yg juga suka punya macem2 bad habbit gituh)..😀 Nice posting..

  16. bocahbancar says:

    Hhm..Mbaakkk,, ini bisa menjadi bekal untuk saya… Semoga nanti saya bisa kompak dengan “isteri impian saya”

    salam semangat selalu dari Bocahbancar

  17. Didien® says:

    tapi kalo analisa saya itu hanya kebiasaan buruk yg tidak mau mereka rubah…
    pada dasarnya mereka mampu melakukannya, namun karena merasa ada istri/pembantu ya jadinya gitu…
    sayangnya satu sifat yg ga bisa menghargai istri/org lain….
    mudah²an kita bukan termasuk golongan pria/suami yg seperti itu…amin
    duhh lama ga berkunjung ke rumah mbak in..
    pkbar mbak indira dan keluarga?

    salam, ^_^

  18. wi3nd says:

    hedi aslinya gituh ind😀

    ketauan yah klu da menikah he he..

    btw ikutan kontes fiksi mini ya ind.ditunggu di http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/kontes-fiksi-mini/

    trimakasi🙂

  19. bintang says:

    aku sukaaaa postng-an inii. . .
    hahahaha

    *ikud nge-link jeunk, boleh ???
    ^6^

    –> monggo ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s