Mimpi burukmu tak perlu jadi musuhmu…

Saya selalu kagum dengan teman-teman yang punya binatang peliharaan di rumah. Mulai dari yang imut-imut seperti kucing, hamster atau kelinci, sampai yang nyeremin seperti ular atau anjing. Ihhhh…anjing kok nyeremin sihhhh? Anjing jadi binatang yang lumayan menyeramkan buat saya karena pengalaman cukup buruk yang saya alami dengan binatang yang satu ini :shock: . Waktu kelas 3 SD, saya pernah dikejar anjing tetangga yang memang galak dan hobbynya ngejar-ngejar orang yang lewat. Ni anjing biasanya di dalam dan kalaupun pintu rumahnya dibuka, dia bakalan di rantai. Waktu itu sudah malam, jadilah saya cukup PD bahwa si anjing putih itu pasti sudah bobo. Ternyata saudara-saudara, dia masih melek (dapat giliran jaga ronda kali yee :mrgreen: hehehe) dan begitu saya lewat depan rumahnya tu anjing ga pake pengumuman langsung menyalak dan ngejar saya. Tapi itu jadi pelarian tercepat seumur hidup saya (teteup ada kebangaannya :D ) tapi si gukguk berhasil menggores betis saya. Selamat dari kejarannya seperti habis menang Olimpiade rasanya…hahaha.

Kejadian kedua waktu saya SMA. Kalau jadwal olahraga saya harus berangkat jam 5.30 pagi dari rumah. Saya ke sekolah naik sepeda. Setiap kali akan berangkat, saya sudah deg-degan duluan. Bukannya takut gelap atau naik sepeda sendirian. Yang saya khawatirkan adalah si doggy, anjing besar milik tetangga saya (perasaan banyak anjing yah di kompleks kamu? … FYI, karena saya tinggal di Bali, anjing adalah salah satu peliharaan yang cukup umum ditemukan). Dia tipe yang diam-diam menakutkan. Kelihatannya jinak trus most of the time dia tiduran aja di depan rumah pemiliknya. Tapi pas kita lagi santai lewat, tiba-tiba aja dia bangun dan langsung ngejar. Dari empat kali jatah pergi pagi, 2 kalinya saya akan menggenjot sepeda dengan kecepatan maximum dengan si doggy mengikuti di belakang sampai depan komplek perumahan. Tapi masih harus disyukuri, saya sudah pemanasan bahkan sebelum pelajaran olah raga dimulai :lol: .

Anyway, meskipun dengan pengalaman buruk bersama binatang, animals will never be my enemy. Saya memang tidak punya binatang peliharaan, tapi I’m not animal hater. I just don’t have enough guts to touch them or take care of them. Saya suka lihat kelinci yang imut, ikan yang berenang-renang di aquarium atau kolam, atau hamster yang lagi olah raga di kandangnya. Tapi saya suka geli buat menyentuhnya dan sangat tidak telaten merawatnya. Saya yang pelupa ini khawatir kalau lupa member makan si kelinci misalnya, dan besoknya menemukan dia lemes kelaparan di kandangnya. Bisa-bisa dilaporin ke KOMNAS HAK, Komisi Nasional Hak Asasi Kelinci :D .

Daanish, yang hari tepat berumur 2 tahun, suka sekali ngeliatin kelinci, ikan dan ayam. Bahkan kalau mengigau dalam tidurnya, bukannya manggil emaknya atau babenya…ehhh malah bilang “ayam…ayam…ayam..” hahahaha :lol: . Setiap jalan-jalan ke Sunday market di komplek belakang, dia selalu mampir ke penjual kelinci dan berdiri cukup lama memperhatikan kelinci-kelinci jualan yang imut-imut itu.

Perkenalkan anak anda dengan binatang sejak dini dan tanamkan konsep bahwa binatang juga mahluk ciptaan Tuhan yang harus disayangi dan dilindungi. Kalau yakin bias merawat dengan baik, monggo punya hewan peliharaan seperti mbak Sary yang blognya Maru Bunny Town sedang merayakan ultah keduanya…ihhhh sama dengan Daanish udah 2 tahun.

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 

Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

Image

TASK 2 – Handling Guests

Dear students,

I’d like to apologize for the late post of this task. I had a bit problem with the internet connection at home last night.

TASK 2

Year XI – Technology Computer Networking

Task Instructions:

  1. Rewrite this article on your work book
  2. Answer the questions in complete sentence
  3. Bring your work to school on Saturday, August 11th, 2012

 

GUEST HANDLING

When guests stay and eat at hotel, they actually buy some services and foods. They spend their money to pay for them. This is why they need help and good service from the hotel staff.

If they do not feel satisfied, they will make complaints. If the hotel staff is unable their complaints satisfactorily, they will never come again to the hotel. So, it is very important for the hotel staff to handle the guests professionally.

It seems very easy to say, but it is really difficult to do. You must be friendly, polite and helpful to your guests. This is easy when they are also polite and easy to deal with. But what happen when a guest is rude and abusive? It is an art to be nice to such people. You can learn this art. You must listen to the guests and sympathize with her or his problems. If you can handle difficult guests, it will give you a lot of satisfaction.

Answer these questions!

  1. What do guests buy during their stay at hotel?
  2. What will they do if they don’t feel satisfied?
  3. What should we do to be a good hotel staff?
  4. What does the word “them” in paragraph 1 refer to?

Uang Saku v.s. Rengekan Anak

 

 

 

Image

Pernah dapat uang saku dari ortu kan? pasti pernah lahhhh….kalau bohong dosa loh…hehehe. Saya sendiri pernah terima dari yang bentuknya harian, mingguan sampai bulanan. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari cara orang tua saya memberi uang saku. Mulai kelas 3 SD kalau tidak salah, mama mulai memberi uang saku secara mingguan. Secara tidak langsung kami (saya dan kakak) belajar mengatur keuangan kami, atau bahasa kerennya MONEY MANAGEMENT. Bagaimana caranya agar uang yang mama berikan cukup sampai seminggu. Dari situ pula saya belajar untuk menabung, sehingga bisa membeli barang yang saya inginkan tanpa harus meminta lagi dari mama atau papa. Tapi karena mama pintar memasak, saya jadi tidak begitu sering jajan diluar. Sarapan pagi dan siang selalu di rumah, dan mama rajin membuat kue atau camilan di sore hari, otomatis saya sangat jarang jajan di luar. 

Kemarin nih saya melihat sebuah kejadian. Gini nih situasinya: 

Ada sebuah keluarga, 2 anaknya yang paling besar sudah duduk di bangku SMP dan yang kedua di kelas 3 SD. Si sulung mendapat uang saku Rp 7000/hari, untuk jajan di sekolah dan ongkos angkot pulang karena berangkatnya diantar. Anak yang kedua mendapat uang saku Rp 5000/hari (yang saya anggap masih kebanyakan karena dia sudah sarapan di rumah dan antar jemput sekolahnya). Tapi seringkali mereka masih minta lagi uang jajan pada bapaknya (perlu digaris bawahi nih…bapaknya…bukan ibunya) :mrgreen: . Si sulung bisa menerima jika 

permintaanya ditolak, tapi si bungsu selalu punya senjata ampuh yang membuat si bapak (ingat sekali lagi yah..si bapak) akhirnya memberikan uang saku tambahan di sore hari. Apa senjata ampuhnya? Bisa ditebak ga bapak-bapak? ibu-ibu? Wahhh..siapa tuh yg ngejawab sambil teriak di belakang? :D …..hehehe….senjata ampuh yang ngalahin senjata nuklir Korea itu adalah NGAMBEK SAMBIL NANGIS dan kalau dipanggil diam aja, kalaupun diteriakin akan menjawab dengan nada ngambek. Tau kan nada ngambek? Tangisan campur suara-suara kesal gitu….ihh kok jadi makin ga jelas penjelasannya…heheheh. Kalau ibunya sih tahan-tahan aja sama rengekannya…cuek aja beraktifitas, pura-pura ga denger ada yang nangis :D. Nah the problem is si bapak yang most of the time ga tahan dengan rengekan itu dan finally memberikan uang saku tambahannya. Do you know what? begitu uang diberikan, tangisannya secara instant akan berhenti. See? itu akan dijadikan senjata setiap kali si anak menginginkan sesuatu dan ditolak. Anda setuju ga dengan saya bapak-bapak…ibu-ibu? Itu sama sekali tidak mendidik anak kita untuk mengatur uang sakunya. Karena dia akan selalu berpikir untuk mendapatkan tambahan dengan aksi merengek, nangis dan ngambeknya. Love your kids doesn’t mean give everything they want….

Gambar diunduh dari sini

 

 

 

My Toddler is a Copycat :D

Time indeed flies quickly…Daanish sudah hampir 2 tahun lohhhh :D. “Sudah bisa apa aja, In?” Wuihhhh…………….bisa panjang nih daftarnya #emak mulai agak sombong nihhh#. Tapi yang pasti Daanish dah sukses bikin bundanya ngejar-ngejar setiap kali pintu gerbang rumah kebuka, sukses bikin bundanya mikir setiap hari “dimana lagi nih sandal dan sepatu hak tinggi kudu disembunyikan?”, sukses bikin bundanya sebal sekaligus ketawa dengan segala tingkahnya :D.

Sebenarnya anak-anak terlahir sebagai peniru sejati atau bahasa bulenya copycat. Kita tidak perlu bersusahpayah mengajarkan mereka untuk menjadi seperti kita karena jika sehari-hari mereka bergaul dengan kita, otomatis apa yang kita lakukan dan katakan akan menjadi penutan mereka. Jangan buru-buru marah atau menuduh orang lain jika kita mendengar si kecil mengucapkan kata-kata yang kurang pantas seperti makian/umpatan. Mungkin saja mereka mendengarnya dari papa atau mamanya. Jangan buru-buru menyalahkan tayangan televisi  jika tiba-tiba anda melihat si buah hati memukul teman mainnya. Bukan tidak mungkin salah satu dari ayah atau bundanya pernah melakukannya. Jadi berhati-hatilah pada apa yang anda ucapkan dan lakukan di hadapan anak-anak anda. Your home is your kid’s first classroom…di rumahlah anak-anak memperoleh pelajaran pertamanya tentang hidup…merangkak, berjalan, kata pertama..dll. Karena itu hiaslah rumah anda dengan senyum, tawa dan hal-hal baik agar pelajaran pertama anak anda juga baik. Ekspresi wajah adalah hal paling sederhana yang ditiru oleh seorang anak #untung bundanya Daanish suka senyum & ketawa#.

Nggak usah terlalu cemas ya bunda…copycat itu sudah alami terjadi pada anak-anak. Imitating (meniru) sebenarnya adalah dasar bagi anak untuk membangun komunikasi secara verbal, mengumpulkan kosa kata, mengembangkan kemampuan berbahasa, dan mengumpulkan social skills yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan yang lain. Anak-anak seperti sponge yang menyerap segala cairan, jadi mommy and daddy pastikan ya cairan yang diserap bukan tinner atau alkohol. Misalnya nih Daanish tiba-tiba abis makan angkat kaosnya ke atas trus usap-usap perutnya :D…ini sudah pasti abinya punya ajarannnn!!!! Begitu pula dengan geal geol pantatnya……..

Jangan pernah remehkan kemampuan anak anda. Daanish mungkin belum paham sepenuhnya apa yang dia dengar, tapi dia belajar dengan melihat, mendengar dan kemudian menirunya. Saya sendiri dibuat kagum saat Daanish paham instruksi saya yang meminta dia  membawa piring kotor ke dapur dan meletakkannya di tempat cuci piring, padahal ini termasuk instruksi yang melibatkan beberapa aktifitas. Daanish juga cepat sekali meniru ucapan. Walaupun belum sempurna dalam pengucapan dia sudah bisa mengatakan ayah, mama, maem, num (minum), atuh (jatuh), cucah (susah), aik (naik), akit (sakit), jan (hujan), asah (basah), kaka (kakak), aki (kaki), cicak, uku (kadang kuku kadang buat buku juga), dudu (duduk), ari (lari) …dll. Karena Daanish sering main sama anak-anak SD…dia juga suka Cherrybelle dan bisa bilang antik (cantik) dan cucok…. :D.

Image diunduh dari sini

Sehat itu indah…

Ahhh…lama banget ga nge-blog. Kangen sebenarnya tapi urusan rumah tangga, anak dan kerjaan jadi alasan buat bilang “ga sempat” menulis. Padahal update status FB jalan terus, twitter-an eksis banget….hehehe…1001 alasan selalu bisa diciptakan untuk “tidak melakukan” sesuatu yang sebenarnya baik buat kita. Anyway…kali ini saya mau cerita soal kesehatan. Bukan tips menjaga tubuh tetap langsing seperti saya #gubraksss!!! pingsan se-blogsphere# :D tapi mengingatkan kita semua betapa sehat itu indah dan pentingnya menjaga kesehatan.

Suami saya sebulan terakhir ini sedang diberi ujian kesehatan oleh Allah. Bukan hanya disentil tapi dijewer keras. Waktu mudanya….#berarti sekarang dah tuwir dunk# suami saya punya pola hidup yang semau gue. Makan masakan padang dini hari hampir setiap hari, merokok, kurang tidur dan aktifitas pekerjaan yang menguras otak dan tenaga. Kalau saya ingatkan agar berhenti merokok, makan sehat dan olahraga #dulu ya sebelum sakit nih# jawabannya “masih ada obat kalau sakit”. Akhirnya saudara-saudara! bulan lalu sepulang perjalanan luar kota selama 1 minggu ke Batam, Karimun dan Pekanbaru….dia tepar. Kakinya bengkak dan nyaris ga bisa buat dipakai jalan. Saya tanya nih “makan apa selama di luar kota?”……jawabnya “nggak makan yang pantangan kok, makan biasa aja, capcay….ga makan kacang atau tempe/tahu”. Baiklah…akhirnya kami memutuskan untuk periksa ke RS dan hasilnya kolesterol normal, tekanan darah normal, asam urat 9.8%. Nahhh….yang terakhir tuh yg bikin si babe tak berdaya. Batas maksimalnya 7%…ehhhh dia malah 9.8%. Kalau ujian mah bagus tuh nilai makin tinggi :D. Setelah tau penyakitnya, disiplinlah abangku sayang ini makan serba rebus dan kukus, menghindari gorengan dan kacang-kacangan, bayam dan kangkung. Tapiiiii….ngasi tau orang tua itu lebih sulit dari ngasi tau anak-anak. Sehat sedikit donggg…..makan mie goreng ama gorengan diaaaa….akhirnya??? kambuh lageeeee. Belakangan akhirnya babe ngaku juga kalau di Karimun dan Pekanbaru makan CUMI, KANGKUNG plus KACANG. Jiahhh…mantapsss..!!!!!!

10 – 15 tahun yg lalu saat usia masih 20 – 30an barangkali belum terasa, tapi begitu si 4 mendekati….baru deh tu penyakit pada muncul. Karena itu teman-teman, sejak mudalah kita ciptakan pola hidup sehat, makan sehat, berolahraga dan selalu berpikir positif. Sakit itu selain ga enak, menghambat aktifitas…mahalll pulaaaaa. Saya sempat menggoda suami “Masa istrinya masih muda dan gesit gini suaminya jalan dah minta dituntun. Tar pas jalan-jalan ada yang tanya, ngantar bapaknya teh?” wkwkwkwk…….Saya kudu cerewet karena si babe selalu merasa masih usia 20 tahun aje….hehehehe.

Sehat itu indah temans….. :)

Baby Daanish is in the house ^_^

Alhamdulillah yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir juga.  Our baby boy R. Daanish Ahmad Faizi Permadi lahir dengan proses normal pada hari Selasa 10 Agustus 2010, pukul 10.30 dengan berat 3.5 kg dan panjang 51 cm. Terima kasih buat doa, dukungan dan ucapan selamatnya (Bunda Indira & Abi Hedi)

Kapan ya?

Semenjak dokter bilang positif hamil sampai menginjak usia kandungan 9 bulan, saya cukup santai dan sabar menjalani proses kehamilan ini. Rasa penasaran dan tidak sabar baru meningkat saat hari kelahiran semakin dekat. Banyaknya variasi cerita dari ibu-ibu tetangga dan teman-teman sudah pernah menjalani proses kehamilan sampai melahirkan membuat saya jadi selalu bertanya-tanya “seperti apa sebenarnya tanda-tanda si bayi sudah mau hadir” :) . Ada yang bilang tanpa rasa mules tahu-tahu ke bidan sudah bukaan delapan, ada juga yang bercerita kalau jarak bukaan satu sampai bukaan berikutnya antara satu hari sampai satu bulan…wakkkkssss….lama amat yah :mrgreen: , ada juga yang cerita kalau lagi asyik jalan-jalan di mall tiba-tiba aja mules trus sampai bidan langsung brojol. Pokoknya macam-macam ceritanya. Saya sempat bertanya seperti apa rasa mulesnya, dan sebagian besar menggambarkan awalnya seperti ingin buang air besar, atau sakit perut saat datang bulan cuma dengan level lebih tinggi. Saya jadi semakin bingung. Tapi untung suami, mama dan teman-teman selalu menenangkan and they all say “everything is gonna be just fine” :razz: . Thanks heaps ya my dear family and friends…it means a lot to me. Doakan semuanya lancar yaaaaaaaaaaa….amien :) . Kalau sudah lahiran so pasti akan di posting di sini :D .

COLENAK…..dicocol memang enakkkkkk!!!

Pernah dengan panganan khas Bandung yang namanya COLENAK? Khususnya buat penggemar makanan tradisional manis, kalau baru dengar namanya tapi belum pernah mencicipi…anda rugi dehhhh. Karena sesuai dengan namanya COLENAK – dicocol enak…makanan ini memang enak :D . Saya bukan penggemar makanan manis, tapi untuk yang satu ini…love it…love it…love it :mrgreen: .

Sebelumnya saya hanya mengenal nama saja, cuma penampakan dan rasa Colenak sendiri saya belum tahu. Sampai beberapa minggu yang lalu, abi (this is how I call my hubby :razz: ) membawakan saya sebungkus colenak sepulang dari mengajar (ahhh…suamiku tau aja istrinya demen makan…hahahaha). Satu suapan saja sudah membuat saya ketagihan, rasa peuyeumnya yang dibakar pas banget dikombinasi dengan saus gula merah rasa durian. Wahhh…MANTAPSSSS!!! Begitu masuk mulut, peyeum ini terasa lembut dan sensasi manis gula cair campur kelapa dan rasa durian bikin mata merem melek menikmatinya :D . Peyeumnya tidak terlalu manis, jadi nggak terasa eneg. Kebetulan colenak yang dibeli abi adalah salah satu yang terkenal di Bandung sejak tahun 1930an, namanya Colenak Murdi Putra.  Lokasinya di Jalan Ahmad Yani No 733 Cicadas bandung sekitar 200 meter dari Terminal Bis Cicaheum (kebetulan ini tak jauh dari rumah saya).

Ini dia foto colenak Murdi Putra sebelum tuntas masuk perut saya :mrgreen:

Mencari Rahmat

Important Note:

Postingan ini dibuat semata-mata karena kami (saya dan suami) tidak berhasil juga menghubungi orang yang dimaksud dalam postingan ini. Menulis di blog adalah bagian dari ikhtiar kami agar urusan diantara kamis segera menemukan kejelasan dan penyelesaian. Tidak ada maksud untuk mencemarkan nama baik atau sejenisnya. Terima Kasih

Membaca judulnya mungkin ada yang mengira postingan ini berkaitan dengan kerohanian :) . Tidak salah juga sih, karena memang tujuannya agar tercapai ketengangan lahir dan batin (alias rohani). To the point aja yah, melalui postingan ini saya dan suami ingin meminta bantuan teman-teman sekalian seandainya memang mengenal atau mengetahui sosok yang akan saya jelaskan berikut ini. Informasi yang kami miliki sangat sedikit, karena itulah kamipun kesulitan untuk menemukannya. Singkat cerita kami mencari seseorang bernama RAHMAT yang nama lengkapnya kami tidak tahu. RAHMAT ini pernah tinggal di Bandung, di daerah CIGADUNG, di sebuah rumah dengan 1 rumah inti dan 3 paviliun yang dulunya ditempati RAHMAT dan dua saudaranya ketika sudah menikah namun belum memiliki rumah sendiri. Setelah berkeluarga RAHMAT tinggal di Jakarta, di daerah BINTARO. Ibunda dari RAHMAT meninggal dunia kira-kira bulan Oktober 2009. Sejatinya urusan kami adalah dengan alm.ibunda RAHMAT, namun sejak beliau meninggal urusan ini dilimpahkan pada RAHMAT (note: RAHMAT lah yang menghubungi kami setelah ibundanya meninggal dunia). Awalnya kami menganggap RAHMAT mempunyai itikad yang sangat baik karena telah menghubungi kami dan berjanji menyelesaikan urusan yang ada diantara kami. Sayangnya itu tidak berlangsung lama, RAHMAT hanya memberi janji dan tiba-tiba nomor telephone yang biasa dipakai berkomunikasi tidak lagi aktif. Kami akan sangat menghargai jika saudara RAHMAT jujur pada kami seandainya tak mampu atau belum bisa menyelesaikan urusan yang ada diantara kita. Insya Allah semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Jika siapapun yang mengenal RAHMAT seperti yang saya maksud diatas, atau bahkan saudara RAHMAT sendiri membaca tulisan ini, mohon menghubungi saya di indira_80_2003@yahoo.com atau suami saya di 081221249358. Kami tunggu itikad baiknya. Terima kasih

Jika tak lulus Ujian Nasional…

Sejak pengumuman kelulusan Ujian Nasional tingkat SMU, acara televise dipenuhi segala cerita terkait hal tersebut. Mulai dari sorak sorai, corat coret seragam sampai konvoi kendaraan bermotor siswa yang lulus, sampai jeritan hysteria, tangisan, kesurupan dan kemarahan siswa yang tidak lulus. Semua mewarnai kisah Ujian Nasional di negeri kita tercinta ini.

Semalam salah seorang siswa kursus saya yang Selasa (4 April 2010) nanti akan menghadapi Ujian Nasional tingkat SD bercerita bahwa mulai hari Senin guru sekolah meminta semua siswa mengikuti les intensif untuk UN sampai nanti UN berakhir. Jujur saya terkejut, kenapa les intensif diadakan saat UN berlangsung. Idealnya semua itu dilaksanakan sebelum ujian diadakan, dan dihentikan setidaknya beberapa hari menjelang ujian. Idealnya (menurut saya loh), mendekati UN, siswa harusnya ditenangkan…berada dalam keadaan rileks sehingga menghindari rasa grogi, tegang atau yang lebih parah lagi rasa takut. Porsi belajar sebaiknya dikurangi, jadi sifatnya hanya pengulangan atau pemantapan. Jadi saat UN tiba, bukan hanya fisik tetapi juga psikis mereka siap untuk mengikutinya. Peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung kesiapan siswa mengikuti UN. Jangan sampai mengancam atau menakuti-nakuti seperti “Awas kalau nggak lulus UN, mama/papa kurung di rumah sampai lulus nanti” atau “Kalau nggak lulus UN kamu nikah aja ama juragan kambing kampong sebelah. Rugi disekolahin mahal-mahal tapi nggak lulus”. INGAT! Belajar tak pernah rugi dan kenali putra putrid anda sebelum menghakimi mereka.

Kembali pada soal pengumuman kelulusan. Ada siswa sebuah sekolah yang tidak lulus dan kemudian meluapkan kekesalan mereka dengan merusak sekolah. Tapi anehnya, sebelum aksi tersebut…mereka sudah sempat corat coret seragam sekolah. Lah??? Aneh aja menurut saya, kan sedih kalau ga lulus, ehhh…sempat-sempatnya corat coret seragam dulu sebelum ngamuk-ngamuk. Saya Tanya ya adik-adik…

Kalau nggak lulus UN nih…

Apa ketidaklulusan itu salahnya gedung sekolah ?

Tau nggak kalau gedung itu dibangun dan dirawat dari uang kalian juga ?

Apa kalian berhak berbuat onar ?

Apa kalian otomatis punya hak untuk menghancurkan sekolah?

Apa kalian berhak mencaci para guru?

Apa dunia akan berhenti berputar?

Apa hidup akan berakhir?

Adik-adik sekalian, life must go on. Daripada kalian melakukan hal-hal yang akan kalian sesali di kemudian hari, lebih baik bercermin pada kesuksesan yang tertunda ini. Menyalahkan orang lain memang mudah, tapi tidak akan menyelesaikan masalah. Masih ada kesempatan di ujian ulang. Persiapkan diri dengan lebih baik dan jauhkan pikiran kalian dari ketakutan akan Ujian Nasional. Katakan AKU BISA, Insya Allah kalian bisa, coz what you think is what you become :)